Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Kapuas Hulu: Sungai Utik Ikon Pelestarian Alam dan Budaya

📅 Senin, 05 Agu 2024, 16:26 WIB | Oleh:
Bupati Kapuas Hulu: Sungai Utik Ikon Pelestarian Alam dan Budaya Doc: ANTARA/HO-Prikopim Setda Kapuas Hulu (Teofilusiant
Ket. Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menggunakan pakai adat Dayak Iban dan disambut dengan tarian khas Dayak Iban oleh anak-anak saat menutup Festival Rimba ke-II Tahun 2024 , di Sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Fransiskus Diaan mengatakan pelestarian alam, adat, dan budaya komunitas masyarakat adat di Sungai Utik Desa Batu Lintang merupakan salah satu ikon untuk wisata adat dan budaya yang ada di kabupaten itu.

"Sungai Utik telah mengharumkan Kapuas Hulu baik tingkat nasional bahkan internasional dengan banyak meraih penghargaan mempertahankan kearifan lokal melestarikan alam dan budaya," katanyadi Putussibau Kapuas Hulu, Senin.

Fransiskus mengatakan banyak kegiatan adat dan budaya yang telah menarik perhatian para wisatawan hingga mancanegara, salah satunya Festival Rimba ke-II yang diselenggarakan di Sungai Untik.

Selain untuk mempromosikan potensi wisata alam dan budaya, kegiatan seperti itu juga sebagai bentuk komitmen komunitas masyarakat adat untuk meneruskan waris alam dan budaya peninggalan para leluhur.

"Festival Rimba itu telah memberikan banyak dampak positif, seperti hasil kerajinan nilai jualnya meningkat,homestayjuga penuh karena wisatawan dari berbagai mancanegara hadir," ucapnya.

Ia meminta agar dalam setiap kegiatan terus melibatkan generasi muda agar generasi penerus bangsa dapat mewarisi kearifan lokal tersebut sebagai jati diri anak bangsa.

"Di tengah perkembangan teknologi saat ini banyak anak-anak yang tidak mau tahu dengan nilai budaya leluhur. Oleh sebab itu anak muda harus kita dukung sehingga mereka semakin mencintai adat dan budaya," kata Fransiskus.

Ia juga berpesan agar dalam pelaksanaan Festival Rimba kedepannya warga Sungai Utik dapat menampilkan hal-hal baru yang dapat menarik perhatian wisatawan.

"Saya yakin akan semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Sungai Utik, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan dalam pelestarian adat dan budaya serta pengembangan pariwisata akan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah," ucapFransiskus.

Sebagai informasi, Sungai Utik memiliki hutan adat dan kearifan lokal adat dan budaya yang sampai saat ini masih sangat terjaga. Sungai Utik telah banyak memperoleh penghargaan dari dunia juga di tingkat nasional, bahkan Sungai Utik masuk 50 besar desa wisata di Indonesia dan saat ini mempersiapkan diri dalam penilaian 10 besar desa wisata.

Diketahui, Sungai Utik berada di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.