Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Logam Berat Ditemukan dalam Produk Coklat Hitam yang Dijual di AS

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 11:46 WIB | Oleh:

"Tidak mengonsumsi makanan yang sama setiap hari akan membantu melindungi Anda dari berbagai hal, termasuk logam berat," katanya.

Para penulis sengaja tidak mencantumkan merek produk yang memiliki kadar logam tertentu karena kadarnya dapat bervariasi bahkan dalam perusahaan yang sama. Menariknya, penelitian tersebut menemukan bahwa produk kakao organik cenderung memiliki kadar kadmium dan timbal yang lebih tinggi.

"Makanan organik tidak selalu berarti telah diperiksa paparannya terhadap logam beracun seperti timbal, kadmium, dan arsenik," kata Manish Arora, wakil ketua departemen kedokteran lingkungan dan ilmu iklim di Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai di New York City.

"Menurut saya, bagi sebagian besar masyarakat, 'organik' hanya berarti lebih bersih, dan dalam kasus ini hal tersebut berlawanan dengan intuisi," ungkapnya.

Arora, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa meskipun penelitian baru itu kuat, satu hal yang masih belum diketahui dalam makalah tersebut adalah bagaimana logam berat bisa masuk ke dalam produk coklat pada awalnya.

"Apakah pengolahannya, pertaniannya, atau jenis tanahnya, pupuknya, atau proses pertanian lainnya yang mereka gunakan?" tanyanya. "Kami jadi tidak yakin di mana logam itu sebenarnya masuk ke dalam rantai makanan."

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa timbal dan kadmium dapat masuk ke dalam cokelat hitam melalui berbagai cara. Kadmium terutama masuk melalui tanaman kakao yang menyerapnya dari tanah, sementara timbal dapat masuk pada berbagai tahap dalam proses produksi, termasuk pemanenan, pengeringan, dan fermentasi biji kakao.

Tidak ada kadar timbal yang aman. Meskipun FDA tidak menetapkan batas untuk kadmium atau arsenik, hampir semua cokelat batangan dalam penelitian ini berada di bawah kadar timbal yang direkomendasikan: 2,2 mcg sehari untuk anak-anak di bawah usia 7 tahun dan 8,8 mcg sehari untuk wanita usia subur.

Hal itu kontras dengan pedoman California karena tingkat yang ditetapkan oleh Prop 65 cenderung lebih konservatif, kata Frame.

Tewodros Godebo, asisten profesor ilmu kesehatan lingkungan di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis Universitas Tulane, mengatakan bahwa menurut pendapatnya standar Prop 65 terlalu konservatif dan dapat menyebabkan kepanikan yang tidak perlu. Ia telah menerbitkanstudinya sendiritahun ini, di mana timnya menguji lebih dari 100 produk cokelat.

Alih-alih menggunakan batasan Prop 65, penelitian Godebo menggunakan metode yang diusulkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan yang menemukan bahwa kadar logam berat dalam cokelat tidak cukup mengkhawatirkan bagi orang dewasa. EPA biasanya menggunakan rumus yang disebut hazard quotient untuk menentukan toksisitas suatu zat.

Namun, ia menyarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari satu ons cokelat hitam per hari dan membatasi konsumsi untuk anak-anak dan wanita hamil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.