Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Diajak untuk Kembangkan Industri Hijau di Kalimantan Utara

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Investor Diajak untuk Kembangkan Industri Hijau di Kalimantan Utara Doc: ISTIMEWA
Ket. Men­teri Koordinator bidang Kema­ritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA - Para investor diajak untuk menanamkan modal di wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Utara, guna mengembangkan industri hijau yang ada di wilayah tersebut. Indonesia memiliki pabrik petrokimia terbesar di Kalimantan Utara dengan kapasitas mencapai 4x16 juta ton per tahun.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sambutannya ketika membuka acara The 2nd International and Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2024, di Jakarta, Rabu (31/7).

"Kami ingin melihat industri carbon capture storage (CCS) menjadi bisnis yang besar ke depannya, dan mengajak investor asing untuk menanamkan modalnya di wilayah-wilayah seperti Kalimantan," ujar Luhut.

Seperti dikutip dari Antara, Luhut juga pernah mengatakan kawasan industri hijau Kaltara akan mengembangkan elektronik alumina berkapasitas tiga juta ton, besi dan baja berkapasitas lima juta ton, baterai energi baru sebesar 265 GWh, juga industri Polycristalline Silicon (polisilicon) berkapasitas 1,4 juta ton.

"Jadi, saya rasa dalam 7-8 tahun mendatang, kita bisa melihat produk-produk hijau (ramah lingkungan/green products) dari wilayah ini," kata Luhut.

Tingkatkan Efisiensi

Luhut menegaskan Indonesia akan menjadi pemimpin dalam industri hijau. Dengan meningkatkan efisiensi, terutama di bidang regulasi, Luhut meyakini Indonesia akan memainkan peran vital dalam perkembangan industri hijau.

"Kami mampu membangun industri daur ulang untuk mendapatkan bijih nikel dari baterai bekas di kawasan Morowali (Sulawesi Tengah). Strategi seperti ini yang saya rasa dapat membawa Indonesia menjadi pemimpin di industri ini," kata Luhut.

Ia menekankan bagi Indonesia, pengembangan CCS adalah salah satu langkah penting untuk memajukan industri hijau Tanah Air. Oleh karena itu, ia berupaya untuk menyederhanakan regulasi di Indonesia, sehingga para investor dapat menanamkan modal dengan mudah di Indonesia untuk mendukung pengembangan CCS.

"CCS sangat penting bagi Indonesia, dan kami akan membuat regulasi yang sederhana," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.