Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Melemah Terbuka

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 10:54 WIB | Oleh:
Peluang Melemah Terbuka Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah, hari ini (30/7), meskipun menguat pada awal pekan. Investor terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta prospek pelambatan ekonomi nasional.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat investor khawatir terhadap risiko pelambatan ekonomi Tiongkok dan perkembangan politik di AS. Dari dalam negeri, momentum yang mendorong perekonomian Indonesia akan sedikit berkurang pada semester II-2024.

Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I, atau masih di bawah rata-rata periode sebelum Covid 19, yakni 5 persen.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Selasa (30/7), bergerak melemah di 16.270-16.340 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Senin (29/7) sore, ditutup menguat 20 poin atau 0,12 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.281 rupiah per dollar AS. Penguatan terjadi seiring pasar memperkirakan inflasi domestik Juli 2024 melandai.

"Dari domestik terkait data inflasi Juli yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kamis ini," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Rully menuturkan inflasi Indonesia Juli 2024 diperkirakan masih akan melandai kisaran 2,35 persen sampai dengan 2,50 persen.

Selain itu, penguatan rupiah juga dipengaruhi imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) yang turun karena data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi pasar dan optimisme penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed pada September 2024. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menjadi sebesar 4,19 persen

Indeks Harga Belanja Personal (PCE) melambat menjadi 2,5 persen secara year on year (yoy) dari 2,6 persen yoy, sedangkan Indeks Harga PCE Inti tidak berubah pada level 2,6 persen yoy, sedikit di atas ekspektasi 2,5 persen yoy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.