Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Brasil, Tanah Koloni Penopang Perekonomian Portugis

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Eksplorasi Pedalaman

Pada pertengahan abad ke-16, Prancis telah disingkirkan sebagai saingan dagang, dan pada tahun 1567, koloni mereka yang masih muda di France Antarctique di Teluk Guanabara, diambil alih. Pemukiman itu kemudian menjadi Rio de Janeiro. Pada tahun 1570, pemukiman kolonial kini mulai terbentuk dan penduduk asli Amerindian ditundukkan dan diwajibkan untuk tinggal di desa-desa yang dikuasai.

Pada tahun 1572, sebuah raja muda didirikan, seperti yang ada di Goa Portugis. Di Brasil, raja muda dibagi menjadi dua bagian, dengan Salvador sebagai ibu kota di utara dan ibu kota Rio de Janeiro di selatan.

Pada akhir abad ke-16, pedalaman Brasil dieksplorasi, sebagian besar melalui sungai, dan pemukiman baru pun didirikan. Pada tahun 1600, orang Eropa di koloni Brasil berjumlah sekitar 30.000 orang. Ancaman masih muncul dari negara-negara Eropa lainnya pada tahun 1620-an, sebagian besar di sekitar muara Sungai Amazon. Namun serangan-serangan itu dapat dengan mudah diatasi dengan ekspedisi dari Belem Portugis.

Portugis juga menggunakan orang-orang Amerindian yang ditangkap oleh suku-suku yang lebih ramah sebagai budak. Portugis meluncurkan ekspedisi perburuan budak mereka sendiri.

Sebelumnya Portugis telah mengembangkan sistem perkebunan yang sukses untuk menanam tebu di koloni seperti São Tomé dan Principe. Tanaman ini merupakan tanaman padat karya dan para budak didatangkan dari daerah sekitar Afrika barat untuk bekerja di perkebunan (fazendas).

Sistem ini kemudian diterapkan dalam skala yang lebih besar di Brasil pada masa kolonial sejak tahun 1530-an di mana ketersediaan lahan jauh lebih besar. Perkebunan pertama berada di Pernambuco, Sâo Vicente, dan Rio. Dalam beberapa dekade, Brasil telah menjadi produsen gula terbesar di dunia. Pada tahun 1570, Brasil memiliki 60 pabrik gula dan kian bertambah pada tahun 1645 hingga menjadi 350 pabrik.

Budak untuk perkebunan pada awalnya diperoleh secara lokal, tetapi sejak tahun 1570, perbudakan orang Amerindian dilarang. Oleh karena itu, sebagian besar budak datang dengan kapal dari Afrika, khususnya Angola Portugis.

Brasil kala itu merupakan importir budak terbesar di Amerika sepanjang abad ke-17. Ketika produksi gula Brasil mencapai puncaknya pada tahun 1600 hingga 1625, 150.000 budak Afrika dibawa melintasi Atlantik. Sebagian besar gula yang dihasilkan di Brasil ini dikirim ke Eropa. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.