Jumlah Kelas Menengah di Indonesia Turun Tajam
📅 Senin, 29 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Hari ini, fakta menunjukkan bahwa main-main dengan kebijakan pertanian dan pangan membuat kita semua menderita. Tanpa kelas menengah yang kuat, juga membuat ekonomi kita rapuh," kata Maruf.
Daya beli kelas menengah yang turun akan menyebabkan daya beli secara keseluruhan terpengaruh. Penjualan mobil drop, seluruh variabel konsumsi yang menggerakkan seluruh lini produksi juga drop.
Dia sangat menyayangkan kebijakan pangan selama ini dikendalikan oleh para importir yang membuat Indonesia makin jauh dari kemandirian pangan.
"Dengan tekanan perubahan iklim dan juga perang, pangan jadi komoditas paling berharga yang harganya bisa terus merangkak naik," tandas Maruf.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak ada cara lain, tegas Maruf, selain menjadikan pertanian dan pangan sebagai soko guru perekonomian nasional agar tidak terjebak dalam ancaman kelaparan.
"Penduduk kita besar. Piramida masyarakat di mana tengah dan bawah begitu besar, perlu sustainability pangan," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!