Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi Rekam 169 Kali Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu

📅 Senin, 29 Jul 2024, 17:46 WIB | Oleh:
Badan Geologi Rekam 169 Kali Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.

MANADO - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat 169 kali gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara periode 16-22 Juli 2024. "Pada periode tersebut kegempaan Gunung Awu didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, dan gempa tektonik jauh," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi P Hadi Wijaya dalam laporan aktivitas Gunung Awu diterima di Manado, Senin. Selain merekam gempa vulkanik dangkal, terekam juga dua kali gempa frekuensi rendah, 17 kali gempa vulkanik dalam, empat kali gempa tektonik lokal, dan 172 kali gempa tektonik jauh.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan, dari hasil pengamatan visual, kegempaan dan deformasi, menunjukkan bahwa proses intrusi magma di kedalaman menuju permukaan dan akumulasi tekanan masih terekam secara instrumental. Hal ini diindikasikan oleh masih terekam gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal dalam jumlah yang fluktuatif, pola deformasi yang masih inflasi di Stasiun Tiltmeter Kolongan dan puncak. Selain itu, mulai terekam gempa-gempa frekuensi rendah pada Mei, Juni, dan Juli 2024 menunjukkan pula adanya peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal serta adanya pergerakan magma. Kemunculan kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal yang meningkat secara cepat dalam waktu yang singkat menunjukkan bahwa sewaktu-waktu dapat terjadi pelepasan tekanan tiba-tiba yang dapat menimbulkan erupsi eksplosif.

Selain itu, kata Hadi, kemunculan gempa-gempa tektonik lokal berintensitas besar dapat pula memicu peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Awu. "Perlu diwaspadai kejadian gempa-gempa dengan energi besar dan menerus yang berpotensi mendobrak kubah lava dan mengakibatkan erupsi eksplosif," ujarnya. Dia mengatakan peningkatan gempa-gempa dangkal Gunung Awu telah berlangsung dalam periode yang cukup lama yang mengartikan proses akumulasi tekanan di kedalaman dangkal telah berlangsung cukup lama.

Hal ini dapat memicu terjadinya erupsi eksplosif yang dalam sejarah erupsi disertai pula dengan adanya awan panas. "Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental Gunung Awu serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Awu hingga tanggal 22 Juli 2024 masih ditetapkan pada level III (siaga) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.