Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Minta Tiongkok Berhenti Dukung Rusia Dalam Perang Lawan Ukraina

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jerman Minta Tiongkok Berhenti Dukung Rusia Dalam Perang Lawan Ukraina Doc: ANTARA/FMPRC
Ket. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Tiongkok Qin Gang di gedung tamu negara Diaoyutai, Beijing, Jumat (14/4/2023).

Berlin - Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mendesak Tiongkok untuk mengakhiri dukungannya terhadap Rusia dalam perang dengan Ukraina demi memperoleh kembali perdamaian.

"Sebagai anggota Dewan Keamanan, Anda tidak hanya memiliki hak veto, tetapi yang terpenting adalah kewajiban untuk melakukan segala hal, guna memastikan bahwa kita dapat memperoleh kembali perdamaian," kata Menlu Jerman Baerbock saat mengunjungi sebuah perusahaan senjata di kota Flensburg di utara Jerman, Kamis (25/7).

Baerbock mengimbau pemerintah Tiongkok untuk bekerja lebih intensif dibandingkan sebelumnya guna membantu memulihkan perdamaian di Ukraina, menurut Kantor Berita Jerman.

"Hal pertama yang dimaksud adalah: yang terpenting, tidak ada dukungan untuk agresor, tidak ada dukungan untuk Rusia," ucapnya.

Baerbock mengatakan bahwa fakta Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba saat ini berada di Beijing untuk berbicara dengan pihak Tiongkoktentang cara mencapai perdamaian "adalah penting dan sentral".

"Dan akan menjadi berkah jika kita akhirnya membuat kemajuan di jalur menuju perdamaian ini dan Tiongkokmengambil tanggung jawabnya di Dewan Keamanan sesuai dengan itu," kata Baerbockmenambahkan.

Pihak Tiongkok, sebut Baerbock, telah menjelaskan beberapa waktu lalu bahwa mereka ingin mengerjakan rencana perdamaian namun jelas tidak ada hasilnya.

Jerman telah berulang kali menyerukan peran diplomatik Tiongkok yang lebih aktif dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Sejak lama Tiongkok telah berusaha mencari solusi bagi perang Rusia di Ukraina.

Pada Maret lalu, para pemimpin dan pejabat Ukraina di Kievkembali mencari dukungan untuk solusi tersebut dalam sebuah pertemuan dengan utusan khusus Tiongkok, Li Hui.

Tiongkok dianggap sebagai sekutu dekat Rusia dan menekankan kenetralannya dalam konflik tersebut.

Beijing telah mengusulkan rencana perdamaian, tetapi rencana tersebut dikritik oleh Kiev.

Ukraina bersikeras bahwa hanya rencana Presiden Volodymyr Zelenskyy yang akan dilaksanakan.

Titik fokus tindakan Zelenskyy adalah tuntutan penarikan pasukan Rusia dari semua wilayah Ukraina yang diduduki.

Moskow menolak rencana Zelenskyy sebagai "tidak realistis."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Penurunan Harga Pupuk Membantu Petani Sumedang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penurunan Harga Pupuk Memba...

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...
Daerah
Tim SAR Lakukan Penyisiran ...

Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Olahraga
Manchester United Bidik Joa...
Ekonomi
BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.