Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangladesh Lanjutkan Jam Malam di Tengah Penangkapan Pengunjuk Rasa

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangladesh Lanjutkan Jam Malam di Tengah Penangkapan Pengunjuk Rasa Doc: ANTARA/Nazmul Islam/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Sejumlah mahasiswa melakukan unjuk rasa di Bangladesh.

Bangladesh - Bangladesh mengumumkan jam malam akan berlanjut pada Jumat dan Sabtu dengan jeda sembilan jam di tengah tindakan keras dan penangkapan yang semakin intensif terhadap mereka yang terlibat dalam kekerasan selama protes mahasiswa.

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan membuat pengumuman saat konferensi pers pada Jumat pagi setelah bertemu dengan penegak hukum.

Jam malam yang telah berlaku sejak Sabtu lalu akan berlanjut di Dhaka dan tiga kota lainnya.

Jeda jam malam, kata Menteri Khan, akan dimulai pada pukul 8 pagi hingga 5 sore di Dakha dan tiga kota lainnya.

Sedangkan keputusan tentang jam malam di kota-kota lain akan diambil oleh pihak berwenang setempat.

Para mahasiswa yang berunjuk rasa mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan aksi hingga sembilan tuntutan dipenuhi, termasuk pelarangan Liga Chhatra, penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan para pengunjuk rasa, dan permintaan maaf dari Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Surat kabar lokal Prothom Alo mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 204 sejak 16 Juli. Namun, pemerintah belum merilis laporan korban resmi.

Sementara itu, polisi telah menangkap lebih dari 5.500 orang di seluruh negeri, termasuk 1.100 orang pada Kamis, menurut surat kabar Prothom Alo.

Mereka juga menambahkan sebagian besar korban yang ditangkap merupakan anggota oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan Bangladesh Jamaat-e-Islami.

Pemerintah Bangladesh pada Jumat lalu memberlakukan pemadaman listrik total dan memutus layanan internet saat protes mahasiswa berubah menjadi kekerasan.

Layanan internetbroadbandtelah dipulihkan dalam skala terbatas di seluruh negeri, tetapi layanan internet seluler belum pulih.

Para mahasiswa menyerukan reformasi sistem kuota negara untuk pekerjaan pemerintah pada awal Juli.

Protes berubah menjadi gerakan besar-besaran setelah PM Hasina menjuluki para pengunjuk rasa sebagai "razakar,".

"Razakar" merupakanistilah yang merujuk pada pengkhianat yang berjuang untuk pasukan Pakistan selama perang kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.