Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BKKBN: Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 19:17 WIB | Oleh:
Kepala BKKBN: Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam acara 'Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Nutrisi Anak Remaja Melalui Menu Dashat Berbahan Dasar Ikan untuk Percepatan Penurunan Stunting', di Jakarta, Jumat (26/7).

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyatakan, makanan bergizi tidak harus mahal. Menurutnya, makanan berprotein tinggi dan bergizi bisa diperoleh dengan mudah dan murah seperti ikan lele.

"Untuk menunjang kecerdasan otak, asupan makanan untuk tubuh, termasuk bayi dan remaja, tidak harus berharga mahal," ujar Hasto, dalam acara 'Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Nutrisi Anak Remaja Melalui Menu Dashat Berbahan Dasar Ikan untuk Percepatan Penurunan Stunting', di Jakarta, Jumat (26/7).

Dia membandingkan, daging sapi mengandung lemak jenuh. Sedangkan, ikan tidak mengandung lemak jenuh, namun kandungan utamanya tinggi protein dan dibutuhkan bagi pertumbuhan. "Ikan, seperti ikan lele, jauh lebih murah dari daging sapi tapi lebih bagus kandungan gizinya," jelasnya.

Dia menambahkan, konsumsi ikan juga penting bagi calon ibu. Menurutnya, ikan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menyehatkan diri sebelum hamil, sehingga akan lahir bayi yang sehat. "Ikan, termasuk lele dan tuna, terdapat kandungan DHA Omega 3 dan kalsium. Jadi, kalau makan ikan sama tulangnya karena ada kandungan kalsium di dalam tulang. Tentunya tulang yang lunak. Ikan tuna, juga tinggi kalsium. Dan asupan vitamin D juga penting menjelang menikah," tuturnya.

Penanganan Stunting

Hasto mengungkapkan ada tiga hal yang menyebabkan stunting. Tiga hal tersebut yaitu sub optimal nutrisi alias kekurangan gizi kronis, sub optimal health atau sering sakit, dan pola asuh kurang optimal.

Dia juga mengingatkan untuk waspada terhadap bayi yang berat badannya melebihi batas normal alias gemuk. Beberapa riset menunjukkan bahwa bayi gemuk berpotensi terserang penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes di saat usianya dewasa.

"Gendut disangka sehat, hati-hati. Ketika bayi usia di bawah dua tahun (baduta) terindikasi stunting, setelah itu tubuhnya gendut karena asupan makanannya. Jadi, yang ideal itu bentuk tubuh proporsional," terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo, menekankan, pentingnya sedari dini menyiapkan anak bangsa untuk menjadi kuat, cerdas dan tangguh. Menurutnya, tantangan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia harus dihadapi dan diatasi, salah satunya melalui penguatan dan peningkatan gizi.

"Karena itu, mulai hari ini kuatkan tekad kita untuk meningkatkan konsumsi ikan demi mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.