Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRGM Rehabilitasi 7.340 Hektare Lahan Mangrove di Indragiri Hilir

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRGM Rehabilitasi 7.340 Hektare Lahan Mangrove di Indragiri Hilir Doc: ANTARA/HO-BRGM
Ket. BRGM dan Forkopimda menghadiri Focus Group Discussion (FGD) strategi rehabilitasi mangrove di Indragiri Hilir.

Tembilahan - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) merehabilitasi 7.340 hektare lahan mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, melalui programMangrove for Coastal Resilience(M4CR) dengan dukungan Bank Dunia.

"Melalui program M4CR, BRGM akan terus berupaya melakukan percepatan rehabilitasi mangrove di Indragiri Hilir seluas 7.340 hektare," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Edukasj, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRGM Gatot Soebiantoro di Tembilahan, Rabu.

Untuk itu, pihaknya dalam tahap awal merancang strategi bersama forum komunikasi pimpinan daerah setempat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan kepala BRGM ke Desa Kuala Selat.

Pihaknya menghimpun masukan dan kesepakatan bersama untuk berpartisipasi dalam upaya-upaya rehabilitasi mangrove di Kabupaten Inhil. Pasalnya, laju abrasi mengakibatkan wilayah mangrove yang berkurang dari waktu ke waktu mengancam keberadaan kebun kelapa yang menjadi komoditas utama di daerah ini.

"Kebun kelapa yang tergenang air laut menyebabkan tanaman kelapa mati sehingga tidak dapat dipanen, dan mengganggu kehidupan masyarakat," katanya.

Menurut dia, pendekatan dalam rehabilitasi mangrove menggunakan kerangka 3M yaitu memulihkan, meningkatkan, dan mempertahankan. Kemudian diperkuat dengan penguatan sosial ekonomi masyarakat, kelembagaan maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia rehabilitasi mangrove.

"Dari pertemuan ini diharapkan dihasilkan rumusan hasil diskusi pemangku kepentingan sebagai solusi mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan ekosistem mangrove, dan meningkatkan perikehidupan masyarakat," ujarGatot.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Indragiri Hilir Fajar Husin menyampaikan bahwa 70 persen penduduk Inhil adalah pekebun kelapa dan merangkap menjadi nelayan. Dengan adanya upaya pemulihan mangrove diharapkan dapat melindungi lingkungan pesisir dan meningkatkan komoditas yang akan diambil nelayan seperti udang, kepiting, kerang, dan lainnya.

"Dengan mangrove yang terjaga, diharapkan anak cucu kita bisa menikmati hasil dari ekosistem mangrove di masa depan secara berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.