Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Peringatkan Kerja Sama Tiongkok-Rusia di Arktik

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Peringatkan Kerja Sama Tiongkok-Rusia di Arktik Doc: warontherocks.com
Ket. Russia dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara dengan membuka kembali dan memodernisasi beberapa pangkalan dan lapangan udara yang ditinggalkan sejak berakhirnya era Soviet, sementara Tiongkok menggelontorkan uang untuk eksplorasi dan penelitian kutub.

WASHINGTON - Departemen Pertahanan AS pada hari Senin (22/7) memperingatkan tentang meningkatnya kolaborasi Russia-Tiongkok di Kutub Utara karena perubahan iklim membuka kawasan itu terhadap persaingan yang lebih besar atas rute dan sumber daya maritim.

"Kami telah menyaksikan peningkatan kerja sama komersial antara RRT dan Rusia di Arktik, dengan RRT menjadi penyandang dana utama eksploitasi energi Russia di Arktik," kata Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks kepada wartawan, menggunakan singkatan untuk Republik Rakyat Tiongkok.

Ada pula kerja sama militer yang berkembang, "dengan Russia dan Tiongkok melakukan latihan bersama di lepas pantai Alaska," kata Hicks saat departemen tersebut merilis strategi Arktik 2024.

"Semua tantangan ini semakin besar karena dampak perubahan iklim adalah meningkatnya suhu dengan cepat dan menipisnya lapisan es, dan hal ini memungkinkan terjadinya semua aktivitas ini," katanya.

Strategi Arktik menggambarkannya sebagai "wilayah yang penting secara strategis" bagi Amerika Serikat yang mencakup "pendekatan utara ke tanah air" dan "infrastruktur pertahanan AS yang signifikan."

Russia dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara dengan membuka kembali dan memodernisasi beberapa pangkalan dan lapangan udara yang ditinggalkan sejak berakhirnya era Soviet, sementara Tiongkok menggelontorkan uang untuk eksplorasi dan penelitian kutub.

Mencairnya es di kutub dengan cepat telah meningkatkan aktivitas di kawasan yang tidak ramah itu menjadi sangat aktif karena negara-negara mengincar cadangan minyak, gas, dan mineral baru yang layak serta rute pelayaran di wilayah dengan jaringan klaim teritorial yang rumit dan saling bersaing.

"Arktik mungkin akan mengalami musim panas pertama yang praktis bebas es pada tahun 2030, dan hilangnya es laut akan meningkatkan kelangsungan rute transit maritim Arktik dan akses ke sumber daya bawah laut," kata strategi Arktik.

"Peningkatan aktivitas manusia akan meningkatkan risiko kecelakaan, salah perhitungan, dan kerusakan lingkungan," dan pasukan AS "harus siap dan diperlengkapi untuk mengurangi risiko yang terkait dengan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Arktik."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.