Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Potensi Karhutla Pada Empat Kabupaten di NTT

📅 Senin, 22 Jul 2024, 16:56 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada Potensi Karhutla Pada Empat Kabupaten di NTT Doc: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka
Ket. Ilustrasi - Lahan pertanian warga di Noelbaki Kabupaten Kupang NTT. BPBD Kabupaten Kupang mengimbau warga agar bijak menggunakan air di tengah ancaman kekeringan saat musim kemarau, dan juga meminta masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian baru dengan cara membakar.

KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pada empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang merupakan dampak dari angin kencang hingga beberapa hari ke depan.

"Karena angin kencang sekitar empat hingga lima hari lagi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek ketika dihubungi dari Kupang, Senin.

Dia menjelaskan, empat kabupaten yang berpotensi terjadi angin kencang itu yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Potensi angin kencang itu bersifat kering pada musim kemarau saat ini, karena itu masyarakat harus mewaspadai dampak bencana yang ditimbulkan seperti kebakaran hutan dan lahan.

Bagi petani yang membuka lahan baru, Sti menyarankan agar tidak melakukan dengan cara membakar.

Ia juga mengatakan kondisi ini akan terus berlangsung selama angin monsoon timur aktif hingga bulan September atau Oktober.

"Karena angin kencang yang bersifat kering dapat menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan," kataSti.

Menyikapi kejadian kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi saat musim kemarau dan dampak angin kencang itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang telah berkolaborasi dengan pemangku kepentingan kebencanaan lain, seperti aparat penegak hukum untuk memberlakukan penegakan hukum pembakaran hutan dan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Semy Tinenti mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas membuka lahan pertanian dengan cara membakar maupun saat melakukan perburuan hewan.

Ia juga berpesan agar warga dapat menghindari tindakan membuang puntung rokok di area terbuka yang terdapat tumpukan rumput kering yang mudah tersambar api.

"Hindari aktivitas membakar saat terjadi angin kencang," katanya mengingatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.