Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Ketahanan Pangan, BKPM Siap Fasilitasi Pembebasan Bea Impor Mesin

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Ketahanan Pangan, BKPM Siap Fasilitasi Pembebasan Bea Impor Mesin Doc: ANTARA/Muzdaffar Fauzan.
Ket. Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala BKPM Yuliot Tanjung ditemui di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

JAKARTA - Wakil Menteri Investasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot Tanjung menyampaikan, pihaknya tengah menyiapkan fasilitas pembebasan bea importasi mesin bagi perusahaan pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi di Tanah Air.

"Fasilitas importasi mesin peralatan untuk sektor pertanian itu kan tidak ada. (Saat) ini harus melalui mekanisme normal, bayar bea masuk. Padahal kebutuhan kita ke depan khususnya untuk pengembangan ketahanan pangan dan ketahanan energi itu, perlu sektor pertanian kita masukkan sebagai sektor yang mendapatkan fasilitas," kata Wamen Yuliot di Jakarta, Sabtu (20/7).

Dirinya menyampaikan, rencana pembebasan bea masuk itu turut diperuntukkan untuk pemajuan proyek investasi sektor pertanian, seperti yang sedang berjalan di Merauke, Papua Selatan melalui pengembangan perkebunan tebu terintegrasi dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik.

Ia menjelaskan, investasi perkebunan tebu dan industri gula di Merauke, saat ini tahap pengembangannya sudah masuk klaster tiga dari lahan tebu dengan luas 2 juta hektare (ha). Oleh karena itu melalui pembebasan bea importasi mesin, diharapkan bisa memacu swasembada pangan Indonesia, serta menyukseskan proyek ini.

"Pembangunan industri gula klaster tiga ini direncanakan ada lima pabrik yang akan dibangun dan terintegrasi dengan bioetanol. Sudah disiapkan infrastruktur dan pendanaan oleh pelaku usaha untuk pelatihan di Kabupaten Merauke agar masyarakat setempat terlibat. Selain itu, juga telah dibangun Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dan kerja sama dengan Sugar Research Australia (SRA)," kata dia.

Adapun rencana total investasi perkebunan tebu terintegrasi pada swasembada gula dan bioetanol klaster tiga di Merauke, Papua Selatan mencapai 5,62 miliar atau setara Rp83,27 triliun.

Investasi tersebut terdiri dari perkebunan tebu dengan teknologi mekanisasi pertanian sebesar Rp29,2 triliun, pembangunan lima pabrik gula dan bioetanol sebanyak Rp53,8 triliun, pembangunan pusat pelatihan sumber daya manusia senilai Rp120 miliar, dan pembangunan fasilitas riset dan inovasi mencapai Rp150 miliar per tahun.

Terdapat lima klaster wilayah dengan total lebih dari 2 juta hektare yang akan menjadi wilayah pengembangan swasembada gula terintegrasi bioetanol. Klaster satu dan dua seluas 1 juta hektare, klaster tiga seluas kurang lebih 504.373 hektare, dan klaster empat seluas 400.000 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.