Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Timor Leste Sebut Infrastruktur Masih Jadi Kendala Keanggotaan Asean

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 00:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Timor Leste Sebut Infrastruktur Masih Jadi Kendala Keanggotaan Asean Doc: ANTARA/Kuntum Riswan
Ket. Kuasa Usaha Ad Interim Timor Leste untuk Indonesia Domingos Savio dalam sesi wawancara eksklusif dengan ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (19/7/2024).

Jakarta - Kuasa Usaha Ad Interim Timor Leste untuk Indonesia Domingos Savio mengakui bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi kendala Timor Leste sebagai anggota Asean.

"Dari segi infrastruktur, seperti yang saya katakan, ya, karena negara ini baru berusia 20 tahun ke atas. Ini adalah sesuatu yang terkadang cenderung dilupakan orang. Ini adalah negara yang sangat muda," kata Domingos Savio dalam sesi wawancara eksklusif di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat.

Savio menuturkan Timor Leste adalah negara termuda di dunia setelah Kosovo dan Sudan Selatan. Namun, Timor Leste masih menjadi negara termuda di Asia Tenggara dan Pasifik.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa negaranya sedang dibangun dan dikembangkan, tidak hanya untuk bergabung dengan Asean, namun juga untuk membangun negara guna memenuhi kesejahteraan warga negaranya, mengurangi kemiskinan, menyekolahkan masyarakat, mendapatkan pendidikan berkualitas, kesehatan berkualitas, dan layanan publik yang lebih baik.

"Ini adalah hal yang cenderung dilupakan dan diabaikan orang. Tapi seperti yang saya katakan, Timur Leste sedang mempersiapkan diri untuk bergabung dengan Asean. Di sini, di Jakarta, kami memiliki Kedutaan Besar Asean," ucapnya.

Melalui Kedutaan Besar Asean di Jakarta, lanjutnya, Timor Leste senantiasa memperbanyak interaksi antara Sekretariat Asean serta negara-negara Asean dengan Timor Leste guna mempersiapkan bergabungnya Timor Leste dengan Asean.

Savio menjelaskan bahwa pemerintah Timor Leste memprioritaskan pembangunan infrastruktur dengan banyak membangun jalan, jembatan, gedung-gedung umum, dan sekolah.

Pemerintah juga menghabiskan 1 miliar dolar AS (Rp16,19 triliun) untuk membangun listrik untuk seluruh negeri, sehingga 90 persen penduduknya telah mempunyai akses terhadap listrik.

"Kami juga sekarang memiliki kabel bawah laut untuk menghadirkan internet cepat. Kabel bawah laut ini sebenarnya berasal dari Darwin (Australia) hingga Timor (Leste)," tuturnya.

Dalam beberapa tahun ke depan, Timor Leste juga akan memiliki internet dengan kecepatan 5G yang akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tak hanya itu, negara tersebut juga banyak berinvestasi di bidang pendidikan dan kini telah memiliki 1.000 dokter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.