Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bicara dengan Zelensky, Trump Berjanji akan 'Mengakhiri Perang'

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bicara dengan Zelensky, Trump Berjanji akan 'Mengakhiri Perang' Doc: AP
Ket. Donald Trump mendengarkan PM Jepang Shinzo Abe pada pertemuan tahun 2018.

WASHINGTON - Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump mengatakan pada Jumat (19/7), dia telah berbicara melalui telepon dengan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky, dan berjanji akan mengakhiri perang Ukraina dengan Russia.

"Saya menghargai Presiden Zelensky atas upayanya menjangkau Anda karena saya, sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya, akan membawa perdamaian ke dunia dan mengakhiri perang yang telah menelan begitu banyak korban jiwa dan menghancurkan banyak keluarga tak berdosa," kata Trump dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya.

"Kedua pihak akan dapat bersatu dan menegosiasikan kesepakatan yang mengakhiri kekerasan dan membuka jalan menuju kesejahteraan."

Amerika Serikat telah memberikan bantuan militer puluhan miliar dollar untuk Kyiv sejak Russia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, meskipun kelanjutan dukungan Washington masih dipertanyakan jika Trump menang dalam pemilu November.

Zelensky mengkonfirmasi panggilan telepon tersebut, ia mengucapkan selamat kepada Trump karena secara resmi menjadi calon presiden dari Partai Republik, juga mendoakan yang terbaik bagi pria berusia 78 tahun itu setelah peristiwa percobaan pembunuhan terhadapnya seminggu lalu.

"Kami sepakat dengan Presiden Trump untuk membahas dalam pertemuan pribadi langkah-langkah apa yang dapat menjadikan perdamaian adil dan benar-benar langgeng," kata Zelensky dalam sebuah posting di X.

"Saya mencatat dukungan bipartisan dan bikameral Amerika yang penting untuk melindungi kebebasan dan kemerdekaan bangsa kita," katanya.

Pertemuan Trump-Orban

Trump telah berulang kali mengklaim akan mengakhiri perang dengan sangat cepat, tanpa memberikan rincian mengenai caranya.

Minggu lalu, mantan presiden itu menjamu Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di perkebunannya di Florida. Orban awal bulan ini bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putin.

Pujian Trump yang sering diberikan kepada Putin dan keengganannya mengkritik invasi Russia secara langsung telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Ukraina bahwa ia akan memaksa negara itu menerima kekalahan parsial.

Ia juga berulang kali menyarankan untuk menarik diri dari NATO, bahkan merusak jaminan pertahanan kolektif aliansi tersebut dengan mengatakan akan mendorong Russia untuk menyerang anggota mana pun yang tidak memenuhi kewajiban keuangan mereka.

Calon wakil presiden Trump, JD Vance, memimpin sayap isolasionis di kalangan Partai Republik di Kongres, yang berpendapat bahwa Amerika Serikat harus menghentikan bantuan kepada Ukraina.

Vance adalah salah satu penentang paling keras persetujuan bantuan militer baru senilai US$61 miliar untuk Ukraina, yang ditunda oleh anggota parlemen Republik selama berbulan-bulan awal tahun ini - saat Russia memperoleh keuntungan di medan perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.