Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hongaria Desak Uni Eropa Kembali Jalin Komunikasi dengan Rusia

📅 Kamis, 18 Jul 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hongaria Desak Uni Eropa Kembali Jalin Komunikasi dengan Rusia Doc: ANTARA/Xinhua/Attila Volgyi
Ket. Arsip - Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara di parlemen Hongaria di Budapest, Hongaria, Rabu (13/12/2023).

PBB - Pemerintah Hongaria mendesak Uni Eropa untuk membuka kembali saluran komunikasi dengan Rusia sambil tetap menjaga kontak dengan Ukraina, kata Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto kepada RIA Novosti.

"Strategi yang dibangun adalah mengembalikan legitimasi saluran diplomatik, mengembalikan harapan perdamaian dengan membuka kembali saluran komunikasi dan tetap mempertahankan kontak tingkat tinggi dengan Ukraina untuk membuka kembali saluran komunikasi dengan Rusia," kata Menlu Hongaria saat berbicara tentang pendekatan yang diperlukan terhadap interaksi antara Brussel dan Moskow.

Kebanyakan politisi Eropa yang pro-perang "muncul" hanya setelah dimulainya inisiatif perdamaian dari Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, kata Szijjarto.

"Mereka telah mengancam kami dengan memboikot, tidak bernegosiasi satu sama lain, dan mengabaikan kami. Namun tahukah Anda, serangan-serangan seperti ini tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan misi perdamaian. Mereka mendorong kami untuk melakukan lebih banyak upaya untuk membantu solusi damai perang di Ukraina ini," tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa Hongaria sudah "terbiasa dengan serangan semacam itu" sejak Orban berkuasa pada 2010.

"Karena kami adalah pemerintahan yang patriotik, kami adalah pemerintahan yang tidak mewakili pemerintahan arus utama, sehingga kami berada di bawah sanksi keuangan dari Uni Eropa. Jadi, saya tidak melihat bagaimana mereka dapat mengancam kita lebih jauh lagi dari ini," ujar diplomat Hongaria itu.

Sebelumnya pada Juli, Orban bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping sebagai bagian dari upaya diplomatiknya untuk membuka jalur komunikasi guna menyelesaikan konflik di Ukraina.

Belakangan, Orban juga bertemu dengan calon presiden Amerika SerikatDonald Trump. Beberapa pemimpin Uni Eropa memprotes apa yang mereka lihat sebagai penyalahgunaan jabatan presiden bergilir di blok tersebut.

Sejumlah anggota parlemen Eropa menuntut agar Hongaria dicabut haknya untuk memilih di Uni Eropa setelah perjalanan Orban ke Rusia dan China, lapor media Politico pada Selasa, dengan mengutip surat dari 63 anggota parlemen kepada pimpinan Uni Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.