Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hak-hak Anak Makin Terkikis akibat Konflik Bersenjata

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 20:55 WIB | Oleh:
Hak-hak Anak Makin Terkikis akibat Konflik Bersenjata Doc: ANTARA/Xinhua/Denis Elamu
Ket. Arsip Foto - Para pengungsi Sudan Selatan akibat konflik di Sudan bersiap untuk meninggalkan pusat penerimaan di Kabupaten Renk, Negara Bagian Upper Nile, Sudan Selatan, Sabtu (29/4/2023).

AMSTERDAM - Kelompok HAM, KidsRights Foundation, pada hari Rabu (17/7), mengatakan, hak-hak anak semakin terkikis oleh meningkatnya konflik bersenjata di seluruh dunia, termasuk perang di Gaza, Sudan, dan Ukraina serta menyerukan perlindungan yang lebih baik.

"Telah terjadi peningkatan 21 persen pelanggaran hak anak yang serius dalam konflik bersenjata di seluruh dunia sejak tahun lalu," kata kelompok yang menyelenggarakan Penghargaan Perdamaian Anak Internasional yang sebelumnya dimenangkan oleh Greta Thunberg dan Malala Yousafzai ini.

Dikutip dari Barron, pelanggaran yang terjadi meliputi pembunuhan dan mutilasi anak-anak, perekrutan dan penggunaan tentara anak, penculikan, dan penolakan bantuan kemanusiaan.

"Selain konflik, kaum muda masih belum pulih dari dampak pandemi Covid-19, dengan tingkat imunisasi anak menurun di belahan bumi selatan dan hampir sepertiga negara di Eropa Barat," kata KidsRights dalam laporan tahunannya.

"Bencana akibat perubahan iklim dan perpindahan yang terkait dengannya juga terus mengancam hak-hak anak di seluruh dunia, karena negara-negara berjuang untuk mengurangi risiko," tambahnya.

Namun, laporan tersebut memuji upaya positif dan konsisten dari negara-negara seperti Denmark dan Inggris untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil.

Pendiri dan ketua KidsRights, Marc Dullaert, mengatakan, laporan tersebut menyoroti dampak buruk yang ditimbulkan oleh krisis politik yang semakin dalam terhadap anak-anak dan hak-hak mereka dengan merusak kemajuan yang telah dicapai selama beberapa dekade.

"Hasilnya adalah krisis kesehatan mental yang berkepanjangan di kalangan anak-anak dan kaum muda di seluruh dunia," kata kelompok tersebut, dengan meningkatnya konflik bersenjata yang meningkatkan risiko stres pascatrauma.

Dullaert mengimbau pemerintah untuk "menghadapi kenyataan pahit" bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang terkait dengan hak-hak anak, termasuk pengentasan kemiskinan dan kelaparan, serta akses terhadap pendidikan, tidak mungkin tercapai.

Laporan Indeks KidsRights 2024 menempatkan Luksemburg sebagai negara teratas dalam melindungi hak-hak anak, sedangkan Afganistan berada di posisi terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.