Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aliansi- Junta Gencatan Senjata

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aliansi- Junta  Gencatan Senjata Doc: AFP
Ket. Gencatan Senjata | Anggota kelompok bersenjata etnis TNLA berjaga di sebuah posko dekat Kota Kyaukme, Negara Bagian Shan utara, Myanmar, pada awal Juli lalu. Pada Minggu (14/7), aliansi kelompok bersenjata etnis minoritas Myanmar menyepakati gencatan senjata dengan junta selama 4 hari di negara bagian tersebut.

YANGON - Aliansi kelompok bersenjata etnis minoritas Myanmar pada Minggu (14/7) mengatakan pihaknya telah menyetujui gencatan senjata selama empat hari dengan junta di Negara Bagian Shan utara menyusul bentrokan di mana para pejuangnya merebut wilayah dari militer di sepanjang jalan raya strategis menuju Tiongkok.

Wilayah itu telah diguncang oleh pertempuran sejak akhir bulan lalu, ketika Aliansi Tiga Persaudaraan kembali melancarkan serangan terhadap pasukan junta di sepanjang jalan menuju Provinsi Yunnan, Tiongkok.

Bentrokan tersebut menghancurkan gencatan senjata yang ditengahi Beijing pada Januari lalu yang berhasil menghentikan serangan oleh aliansi yang terdiri dari Tentara Arakan (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) tersebut.

"Kami menunjukkan kerjasama dengan Tiongkok dengan menyetujui gencatan senjata selama empat hari di Shan utara mulai pada 14-18 Juli," kata Mayor Jenderal Tar Bhone Kyaw dari TNLA. "Perjanjian gencatan senjata baru tersebut tidak mencakup wilayah tetangga Mandalay, tempat anggota aliansi dan penentang militer lainnya memerangi pasukan junta dalam beberapa pekan terakhir," imbuh dia.

Tiongkok adalah sekutu utama dan pemasok senjata bagi junta, namun para analis mengatakan Tiongkok juga mempertahankan hubungan dengan kelompok etnis bersenjata di Myanmar yang menguasai wilayah dekat perbatasannya.

Dalam pertempuran terbaru, TNLA mengklaim telah merebut dua kota di sepanjang jalan raya yang membentang dari kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay, hingga Provinsi Yunnan di Tiongkok.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.