Tanpa Ketahanan Pangan dan Energi, APBN Terus Tersandera Utang dan Subisidi
📅 Senin, 15 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiAditya menegaskan bahwa kenaikan harga energi subsidi, terutama BBM bersubsidi, akan memberikan beban tambahan yang signifikan bagi masyarakat.
"Kenaikan harga energi subsidi akan langsung berdampak pada daya beli masyarakat. Dengan harga BBM bersubsidi yang lebih tinggi, biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari akan meningkat, membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan dasar mereka," kata Aditya.
Selain masyarakat bawah, kelas menengah pun yang pendapatannya terbatas akan terbebani. Kenaikan harga energi bersubsidi juga dapat memicu inflasi karena energi merupakan komponen utama dalam biaya produksi dan distribusi barang.
"Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli masyarakat secara keseluruhan dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aditya juga mengingatkan bahwa kebijakan yang meningkatkan beban masyarakat dapat memicu ketidakpuasan dan ketidakstabilan sosial. "Pemerintah perlu menghindari kebijakan yang dapat memicu protes dan keresahan di masyarakat. Kita harus menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!