Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Sniper AS: Secret Service Gagal Melindungi Trump

📅 Senin, 15 Jul 2024, 13:25 WIB | Oleh:
Mantan Sniper AS: Secret Service Gagal Melindungi Trump Doc: Istimewa
Ket. Mantan penembak jitu Angkatan Darat Amerika Serikat, Cory Mills, dalam acara Jesse Watters Primetime' Fox News, Minggu (14/7).

WASHINGTON - Seorang mantan penembak jitu Angkatan Darat Amerika Serikat, Cory Mills, pada Minggu (14/7), mengungkapkan keheranannya mengenai bagaimana telinga mantan presiden Donald Trump, sampai tertembak oleh seorang penembak runduk (sniper) dalam sebuah rapat umum Pennsylvania, akhir pekan lalu.

Pertanyaan terhadap upaya percobaan pembunuhan Trump, oleh pelaku, Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari jarak sekitar 130 meter itu memang terus menggelinding. Apalagi selama ini, satuan pengaman presiden AS, Secret Service, dikenal sebagai salah satu yang terbaik dalam menjalankan tugasnya.

Dalam wawancara di 'Jesse Watters Primetime' Fox News, Mills, menyebutkan bahwa sebenarnya dari jarak pelaku melancarkan tembakan adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap parjurit calon sniper.

"Di zaman sekarang, jarak sejauh itu adalah kemampuan dasar yang harus dikusai oleh setiap sniper saat masih menjalani 6 minggu latihan di pusat pendidikan. Itu adalah tembakan termudah yang bisa kami lakukan, sebelum meningkat ke jarak 300 sampai 500 meter," ujarnya.

Milss menjelaskan, saat dia bertugas sebagai tim anti sniper di departemen dalam negeri, mereka harus memastikan keamanan perimeter acara dari ancaman musuh. Mulai dari jarak 100 meter, 200 meter, hingga 300 meter, tim harus dapat mengidentifikasi beberapa target ancaman sekaligus.

"Khususnya pada jarak sekitar 100 meter, anda harus dapat memastikannya hanya dalam sekilas melihat, dari ketinggian dan potensi di faktor-faktor lainnya. Apakah dari gedung tinggi, tempat parkir mobil, pepohonan atau mungkin jalanan," tuturnya.

"Pada dasarnya yang terjadi kemarin, adalah kecerobohan besar, salah kalkulasi mengenai mana yang harus diwaspadai dan sebaliknya."

"Tapi saya bisa berspekulasi bahwa mungkin tim anti sniper mengetahui ada obyek yang terlihat gelap, merangkak di atap membawa senjata, dan mengiranya sebagai petugas keamanan lokal. Itulah isunya, sebelum hasil penyelidikan resmi keluar," terang dia.

Namun, lanjutnya , jika tim anti sniper melihat jelas seorang merangkak keluar di atap membawa senjata, sebelum dia mengambil tindakan, dia harus memperingatkan para agen secret service menggunakan saluran darurat yang tersedia, (ada) "Sniper di atap, sniper di atap".

"Lalu para agen harus langsung naik ke panggung dan mengamankan presiden. Baru kemudian tim anti sniper beraksi," tegasnya.

Menurut Mills, tidak seharusnya senapan obyek pengancam sampai meletus hingga dilakukan serangan balasan.

"Pengamanan terbaik adalah mencegah suatu ancaman menjadi nyata, bukan bereaksi ketika ancaman itu sudah terjadi. Bahkan jika itu mobil polisi dengan sirine menyala di lokasi, bisa saja di dalamnya adalah ancaman yang harus diantisipasi," ungkapnya.

Dengan 8 letusan tembakan yang dilancarkan penyerang, menurut Mills, setelah tembakan pertama, seharusnya detik berikutnya anti sniper harus bisa menemukan posisi penembak dan melumpuhkannya, tidak ada alasan hingga harus menunggu tembakan kedua.

"Saya telah bicara seorang teman yang juga seorang sniper yang juga paham soal detail upaya pengamanan. Pada dasarnya telah terjadi kebobolan pengamanan yang luar biasa, ini kegagalan besar," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.