Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FBI Pimpin Penyelidikan Kasus Penembakan dalam Kampanye Donald Trump

📅 Minggu, 14 Jul 2024, 11:23 WIB | Oleh:
FBI Pimpin Penyelidikan Kasus Penembakan dalam Kampanye Donald Trump Doc: Istimewa
Ket. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikawal meninggalkan panggung dengan darah di telinga dan pipi setelah penembakan di rapat umum Pennsylvania.

WASHINGTON - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI), pada Sabtu (13/7) menyatakan, memimpin penyelidikan atas peristiwa penembakan di rapat umum Donald Trump, di Butler, Pennsylvania.

"FBI telah mengambil alih peran lembaga penegak hukum federal utama dalam penyelidikan insiden yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump yang terjadi hari ini di Butler, Pennsylvania," katanya.

Dilansir oleh Al Jazeera, seorang sumber telah mengatakan kepada reporter CNN bahwa FBI mengidentifikasi penembak sebagai seorang pria berusia 20 tahun dari Pennsylvania.

Sebelumnya, FBI mengatakan personelnya berada di tempat kejadian dan akan terus bekerja sama dengan Dinas Rahasia AS atau Secret Service selama penyelidikan berlangsung.

Dinas Rahasia mengatakan, personelnya membunuh tersangka penembakan; satu penonton tewas dan dua lainnya terluka kritis dalam penembakan itu.

Sementara itu, DPR AS juga menyebutkan, akan mulai melakukan penyelidikan atas serangan itu. Dalam sebuah unggahan di X, Ketua DPR, Mike Johnson mengatakan bahwa majelis akan "melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa tragis tersebut hari ini".

Ia mengatakan Direktur Dinas Rahasia, Kimberly Cheatle dan pejabat dari FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri akan dipanggil untuk bersaksi.

Pengumuman itu muncul di tengah pertanyaan dan kritik mengenai bagaimana penembak bisa terjadi begitu dekat dengan Trump.

Dinas Rahasia AS sebelumnya mengatakan bahwa seorang penonton tewas dan dua lainnya terluka parah dalam penembakan tersebut. Identitas mereka tidak segera dirilis.

"Lehernya tergores. Peluru menembus lehernya, melukai lehernya dan dia berdarah," kata Jackson.

Mantan Presiden Trump telah diizinkan meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan atas cedera yang diderita selama penembakan, lapor Bloomberg.

Gubernur Pennsylvania juga telah mengunggah di media sosial bahwa Trump telah meninggalkan daerah Butler, tempat penembakan terjadi.

Sementara itu, masih harus dilihat bagaimana serangan hari ini akan memengaruhi pemilihan presiden AS, yang telah melihat beberapa perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang terbaru, kekhawatiran atas usia Biden telah mendominasi berita utama AS, dengan sejumlah Demokrat meminta presiden untuk mundur setelah debat lemah yang ditunjukkan melawan Trump bulan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.