Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal 'Monster' Masih Ada di Perairan Filipina

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal 'Monster' Masih Ada di Perairan Filipina Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Kapal Perang Filipina l Kondisi kapal perang Filipina yang sengaja dikandaskan, BRP Sierra Madre, pada April 2023 lalu. Pemerintah Tiongkok pada Rabu (10/7) kembali menyerukan Filipina agar memindahkan kapal perang usang tersebut dari perairan sengketa LTS.

MANILA - Juru bicara Angkatan Laut Filipina pada Rabu (10/7) menyatakan bahwa sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang dijuluki "The Monster" telah mempertahankan kehadirannya secara ilegal di perairan Filipina selama setidaknya selama enam hari.

"Kapal dengan nomor lambung CCG 5901 terpantau berada di dekat Sabina Shoal sejak 3 Juli, dan kapal penjaga pantai terbesar dan paling modern Filipina, BRP Teresa Magbanua, terus membuntuti pergerakannya," kata juru bicara AL Filipina, Roy Vincent Trinidad.

Menurut Trinidad, di beberapa titik, kapal Tiongkok itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari BRP Teresa Magbanua, dan hingga Rabu, CCG 5901 masih berada di sekitar Sabina Shoal.

"Kami memantau mereka karena mereka tidak boleh melakukan penelitian maritim apapun, mereka tidak boleh melakukan apapun yang merugikan keamanan negara," ucap Trinidad.

Penjaga Pantai Filipina pertama kali melihat kapal "The Monster" berlabuh di dekat Sabina Shoal pada Sabtu (6/7) lalu.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan pihaknya sudah melakukan panggilan radio dan memperingatkan bahwa kapal Tiongkok tersebut karena telah beroperasi di dalam ZEE Filipina, namun "The Monster" tidak menanggapi.

"Ini merupakan intimidasi dari pihak Penjaga Pantai Tiongkok," ucap Tarriela.

CCG 5901 yang memiliki berbobot 12.000 ton adalah kapal penjaga pantai terbesar di dunia yang dimiliki Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal itu telah dipersenjatai dengan lengkap.

Saat ditanya perihal masalah ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan bahwa Sabina Shoal adalah milik Tiongkok. "Sabina Shoal adalah bagian dari Kepulauan Nansha (Spratly), bukan ZEE Filipina," kata Lin.

Seruan Pemindahan

Pada sebuah konferensi pers di Beijing, Lin Jian pun menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok meminta agar Filipina segera memindahkan kapal perangnya yang sengaja dikandaskan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

"Kami terus meminta Filipina untuk memindahkan kapal perang yang sengaja dikandaskan di Ren'ai Jiao (Second Thomas Shoal) dan berhenti merusak ekosistem di sana," kata Lin.

Filipina menempatkan kapal perang usang BRP Sierra Madre di Second Thomas Shoal yang diklaim Filipina berada di dalam zona ekonomi eksklusifnya dan secara rutin melakukan rotasi pasukan maupun pengiriman logistik ke kapal tersebut.

Pemerintah Tiongkok saat ini mengklaim hak kedaulatan dan yurisdiksi atas kepulauan yang disebut Nanhai Zhudao di LTS yang terdiri dari Dongsha Qundao, Xisha Qundao, Zhongsha Qundao, dan Nansha Qundao, atau lebih dikenal sebagai Kepulauan Pratas, Kepulauan Paracel, Kepulauan Spratly dan area Tepi Macclesfield.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.