Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Bantul Panen Bawang Merah Seluas 700 Hektare pada Juli-Agustus

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Bantul Panen Bawang Merah Seluas 700 Hektare pada Juli-Agustus Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Lahan bawang merah di wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Bantul - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkirakan luas lahan panen bawang merah di daerah inimencapai 700 hektare pada Juli-Agustus 2024.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo, di Bantul, Rabu, mengatakan, pada bulan Juli-Agustus ini di wilayah Kecamatan Imogiri terdapat lahan bawang merah siap panen seluas 200 hektare, kemudian di lahan pasir kawasan pantai selatan seluas 250 hektare.

Selain itu, juga di lahan sawahdi wilayahKecamatan Kretek dan Kecamatan Sandentotal seluas 250 hektare.

"Dengan demikian, total luas lahan panen bawang merah bisa mencapai 700 hektare," katanya.

Menurut dia, dengan panen tanaman hortikultura itu, maka produksinya dapat menjaga ketersediaan komoditas pertanian tersebut di tingkat petani, bahkan mendukung pasokan bawang merah ke luar Bantul melalui pedagang maupun pengepul.

"Panen bawang merah rata rata 20 ton per hektare untuk di lahan sawah, sedangkan lahan pasir rata rata 10 ton sampai 15 ton per hektare, kemudian di lahan marginal wilayah pegunungan hampir sama, rata rata 10 ton sampai 15 ton per hektare," katanya.

Dia mengatakan, di lahan pasir sepanjang pantai selatan kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang membentang di tiga kecamatan yaitu Kretek, Sanden, dan Srandakanbisa ditanami bawang merah hingga lima kali dalam setahun.

"Di lahan pasir cukup luas mencapai 350 hektare, dan bisa tanam empat sampai lima kali dalam satu tahun, dengan produksi rata rata 10 ton sampai 15 ton per hektare," katanya.

Menurut dia, di sebagian lahan pasir wilayah Sanden juga diterapkan sistem tanaman tumpang sari, atau menanam dua jenis tanaman yaitu bawang merah dan cabai pada waktu yang bersamaan.

"Akan tetapi kalau ada sistem tumpang sari, misalnya dengan tanaman cabai, mungkin hanya tanam bawang merah selama tiga kali dalam setahun, seandainya tidak dengan tumpang sari cabai, bisa empat sampai lima kali tanam dalam setahun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.