Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahui Kondisi Medis yang Tidak Disarankan untuk Sunat

📅 Minggu, 07 Jul 2024, 20:44 WIB | Oleh:
Ketahui Kondisi Medis yang Tidak Disarankan untuk Sunat Doc: istimewa
Ket. Dokter Spesialis Bedah Anak Subspesialis Bedah Digestif Anak RS Pondok Indah – Bintaro Jaya dr. Yessi Eldiyani, Sp. B. A., Subsp. D. A

JAKARTA - Sebelum mengajak si kecil sunat yang secara medis dikenal dengan istilah sirkumsisi biasanya para orang tua biasanya akan melakukan survei terlebih dahulu. Selain survei seputar harga dan tempat, biasanya orang tua juga akan bertanya pada teman atau kerabat, kapan sebaiknya seorang anak disunat.

Menurut Dokter Spesialis Bedah Anak Subspesialis Bedah Digestif Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr. Yessi Eldiyani, Sp. B. A., Subsp. D. A., (K), dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur sunat. Jika tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, dapat dilakukan kapan saja.

"Saat ini, semakin banyak orang tua yang tak segan membawa anaknya untuk disunat sejak dini, bahkan sebelum si kecil berusia 1 tahun," ujar dia melalui keterangan pada hari Kamis (4/7).

Dr. Yessi menjelaskan, selain karena adanya indikasi medis, sunat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Manfaat yang didapat dengan yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan sunat yang dilakukan ketika anak berusia sekolah.

Bedanya, penggunaan anestesi pada pasien bayi dapat lebih sedikit dibandingkan dengan anak yang berusia lebih besar. Lalu, ketika masih bayi, si kecil belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun dapat lebih cepat. Risiko sunat saat bayi, usia balita, hingga usia sekolah juga relatif sama.

Selain memperhatikan usia yang tepat untuk menjalani proses sunat, orang tua juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak. Pasalnya, ada beberapa kondisi medis tertentu yang tidak disarankan untuk dilakukan tindakan sunat karena dapat berisiko terjadinya komplikasi.

Pertama adalah kondisi medis tersebut di antaranya adanya hipospadia di muara uretra yang terletak tidak pada ujung penis, tetapi pada bagian ventral penis. Hipospadia adalah kondisi di mana pasien seakan-akan telah disunat dari dalam kandungan.

"Kedua adanya epispadia, berkebalikan letaknya dengan hipospadia, yaitu di bagian dorsal penis, dengan gejala yang sama. Ketiga si kecil mengalami kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia dan anemia aplastik," ungkapnya.

Untuk menjaga dampak buruk, kata Dr. Yessi ada baiknya tindakan sunat dilakukan di rumah sakit bersama dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah anak. Dengan demikian jika ditemukan adanya kelainan organ atau kondisi medis tertentu, dokter dapat memberi penjelasan dan penanganan yang lebih tepat.

"Biasanya setelah tindakan sunat, pasien akan mengalami beberapa reaksi jangka pendek yang tidak membahayakan. Oleh karena itu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Reaksi tersebut antara lain seperti rasa ngilu pada kepala penis yang baru disunat," paparnya.

Menurut Dr. Yessi,, hal tersebut tergolong wajar terjadi karena kepala penis menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau ketika kontak dengan celana dalam. Rasa ngilu akan berangsur-angsur berkurang dalam kurun waktu dua hingga empat minggu.

Pasien disarankan untuk menggunakan celana dalam yang lebih longgar atau celana dalam sunat. Jika selesai berkemih jangan lupa bersihkan sisa air dengan tisu atau kasa pada tiga hari pertama setelah sunat.

"Selanjutnya, pada seminggu awal sunat sebaiknya mengurangi sejumlah aktivitas tertentu seperti naik sepeda, naik motor, atau menunggang kuda untuk mengurangi gesekan antara luka sunat dengan sadel," sarannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.