Bagaimana Cara Judi ‘Slot' Mengelabui Otak dan Merusak Realitas? Ini Jawabannya
📅 Minggu, 07 Jul 2024, 12:15 WIB | Oleh: Tim PenulisIni termasuk menanamkan anggapan "nyaris menang", yaitu ketika salah satu susunan baris berhenti tepat sebelum berbaris sejajar untuk mendapatkan jackpot. Nyaris menang ini merasuk area otak yang biasanya merespons kemenangan dan meningkatkan keinginan seseorang untuk bermain lebih banyak. Ini banyak terjadi pada para penjudi bermasalah.
Taktik ini tidak hanya dilakukan di mesin slot dan kasino. "Nyaris menang" berperan penting dalam membuat orang kecanduan game di ponselnya seperti dalam game "Candy Crush" yang sangat populer.
"Nyaris menang" ini lebih menggairahkan daripada kalah-meskipun lebih membuat frustasi dan secara signifikan kurang "menyenangkan" dibandingkan kalah telak. Namun yang terpenting, konsep hampir menang ini justru mampu menjadi pemicu yang lebih besar bagi penjudi untuk terus bermain dibandingkan kemenangan itu sendiri.
"Nyaris menang" tampaknya sangat memotivasi dan dapat meningkatkan komitmen pemain terhadap sebuah permainan, yang kemudian membuat individu bersedia bermain lebih lama dari yang mereka inginkan. Ukuran respons dopamin terhadap nyaris menang sebenarnya berkorelasi dengan tingkat keparahan kecanduan judi seseorang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Judi dan permainannya
Ketika kamu terlibat dalam perjudian untuk rekreasi, kamu tidak hanya bermain melawan peluang, tetapi juga melawan musuh yang terlatih dalam seni tipu daya dan tipu muslihat. Permainan peluang memiliki kepentingan untuk memikat pemain lebih lama dan membiarkan mereka pergi dengan kesan bahwa kemenangan mereka lebih dari sekadar kebetulan, menumbuhkan kesan palsu tentang keterampilan.
Bagi banyak orang, hasil yang dirancang dengan hati-hati ini meningkatkan kepuasan yang mereka dapatkan dari perjudian. Mungkin akan tetap mudah bagi mereka untuk pergi begitu saja ketika chip habis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, perjudian bukan hanya janji ringan untuk bersenang-senang dan peluang mendapatkan jackpot. Sebanyak 2% dari populasi Amerika Serikat adalah pecandu judi yang bermasalah, dan mereka mengalami apa yang baru-baru ini diklasifikasikan sebagai "gangguan perjudian".
Judi merupakan salah satu dari sedikit kecanduan yang tidak melibatkan konsumsi zat, seperti narkoba. Serupa dengan bentuk kecanduan lainnya, gangguan perjudian adalah masalah dan pengalaman yang mengisolasi. Ini terkait dengan peningkatan kecemasan, dan penjudi bermasalah memiliki risiko bunuh diri yang lebih besar.
Bagi individu yang lebih rentan ini, jebakan perancang judi mulai terlihat lebih menyeramkan. Untuk mencapai solusi masalah hidup, rasanya perlu satu putaran lagi.![]()
Mike Robinson, Assistant Professor of Psychology, Wesleyan University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!