Kelompok Kejahatan Siber Bangkit Lagi dengan Taktik Baru, Indonesia Jadi Korban
📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 14:45 WIB | Oleh: Tim PenulisLiska dan pakar lainnya masih menilai lanskap baru, dan mengatakan sejumlah kelompok baru telah muncul.
"Ada sekitar selusin yang muncul sejak penindakan LockBit, jumlah lebih tinggi daripada yang pernah kami lihat dalam periode waktu yang singkat itu," katanya.
Mereka semua telah meluncurkan situs web pemerasan yang menunjukkan daftar korban, tetapi tidak jelas seberapa efektif kelompok baru tersebut, tambahnya.
Operasi LockBit dihentikan oleh penegak hukum pada bulan Februari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Geng tersebut telah menargetkan lebih dari 2.000 korban dan menerima tebusan lebih dari $120 juta sejak terbentuk empat tahun lalu, menurut pihak berwenang AS.
Mereka yang menjadi sasaran antara lain layanan pos Royal Mail Inggris, produsen pesawat AS Boeing, dan rumah sakit anak-anak Kanada.
Pihak berwenang AS mengatakan ratusan kunci enkripsi telah ditemukan dan diberikan kepada korban, dan layanan jaringan secara efektif telah diambil alih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun perangkat lunaknya masih ada.
Bulan lalu, sebuah geng menyerang pusat data pemerintah di Indonesia menggunakan LockBit, meminta tebusan sebesar $8 juta.
Dan para ahli yang diwawancarai AFP sepakat bahwa serangan ransomware kemungkinan akan segera muncul kembali -- mungkin dalam beberapa bulan ke depan.
"Ia akan bangkit kembali," kata Liska.
"Saat ini ada begitu banyak uang dalam ransomware sehingga orang tidak ingin menghentikannya."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!