Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budi Daya Perikanan Hadapi Tantangan Iklim

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 08:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Daya Perikanan Hadapi Tantangan Iklim Doc: istimewa

SURABAYA - Upaya pengembangan budi daya perikanan nasional yang tengah diupayakan pemerintah dihadapkan pada tantangan perubahan iklim hingga kerusakan ekosistem. Salah satu sektor perikanan yang berpotensi menyumbang 16 persen dari nilai ekonomi bidang kelautan Indonesia adalah akuakultur atau budi daya perikanan.

"Pemerintah terus mendorong pengembangan budidaya perikanan ini agar lebih modern, mandiri dan berkelanjutan. Upaya ini tidak tanpa tantangan, seperti adanya perubahan iklim, kerusakan ekosistem, degradasi lingkungan, serangan penyakit dan keselamatan hayati," kata Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan Asian Pacific Aquaculture 2024 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/7).

Karena itu, Wapres mengimbau penerapan teknologi dan inovasi di bidang perikanan dan penguatan regulasi dan kebijakan, serta kolaborasi multi pihak perlu terus didorong demi mewujudkan pembangunan ekonomi maritim yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Wapres menjabarkan peningkatan populasi penduduk dunia yang diproyeksikan mencapai 8,6 miliar orang pada tahun 2030 membawa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan global, terutama protein hewani yang berkualitas.

Keanekaragaman Hayati

Menurut Wapres, kawasan Asia Pasifik dengan keanekaragaman hayati laut berpotensi besar memenuhi kebutuhan pangan dan menyumbang 5 persen dari ekonomi global. "Hal ini tentunya menjadikan kawasan Asia Pasifik menjadi kawasan strategis yang tidak hanya menjadi pasar, namun juga sebagai pusat produsen perikanan global," kata Wapres.

Wapres menilai Indonesia dan negara kepulauan lainnya di Asia Pasifik, seperti Filipina, Jepang atau bahkan negara mikronesia, memiliki kekayaan laut yang dipandang sebagai peluang bagi perekonomian, khususnya ekonomi biru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.