Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Catat Harga Gabah dan Beras Naik pada Juni 2024

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Catat Harga Gabah dan Beras Naik pada Juni 2024 Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Plt Sekretaris Utama BPS Imam Machdi menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa rata-rata harga gabah dan beras mengalami kenaikan pada Juni 2024, baik di tingkat petani, penggilingan maupun eceran.

Plt. Sekretaris Utama BPS ImamMachdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan dibandingkan dengan bulan Mei 2024, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik 5,64 persen menjadi Rp6.171,00 per kg, dan di tingkat penggilingan naik 5,44 persen menjadi Rp6.319,00 per kg.

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 2,75 persen menjadi Rp6.859,00 per kg, dan di tingkat penggilingan naik 2,78 persen menjadi Rp6.986,00 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada gabah luar kualitas, dengan harga di tingkat petani naik 5,84 persen menjadi Rp5.767,00 per kg dan di tingkat penggilingan naik 6,62 persen menjadi Rp5.945,00 per kg.

Dibandingkan dengan Juni 2023, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Juni 2024 mengalami kenaikan yang lebih signifikan, yaitu 11,34 persen untuk GKP, 8,17 persen untuk GKG, dan 8,04 persen untuk gabah luar kualitas.

Di tingkat penggilingan, kenaikan harga gabah pada Juni 2024 dibandingkan Juni 2023 mencapai 11,39 persen untuk GKP, 8,13 persen untuk GKG, dan 9,02 persen untuk gabah luar kualitas.

Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan juga mengalami kenaikan pada Juni 2024.

Harga beras kualitas premium turun 0,75 persen dari Mei 2024 menjadi Rp12.902,00 per kg, sedangkan harga beras medium naik 2,01 persen menjadi Rp12.314,00 per kg.

Harga beras submedium naik 0,96 persen menjadi Rp12.111,00 per kg, dan harga beras pecah melonjak 3,19 persen menjadi Rp12.073,00 per kg.

Dibandingkan dengan Juni 2023, harga beras di penggilingan pada Juni 2024 mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu 11,94 persen untuk beras premium, 11,13 persen untuk beras medium, 16,17 persen untuk beras submedium, dan 28,97 persen untuk beras pecah.

Rata-rata harga beras di tingkat grosir pada Juni 2024 sebesar Rp13.434 per kg, sedangkan di tingkat eceran Rp14.546. Harga beras ini adalah rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas beras dan mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

BPS juga mencatat terjadinya inflasi beras di tingkat grosir dan eceran pada Juni 2024, dengan inflasi beras di tingkat grosir sebesar 10,87 persen (yoy) dan deflasi 0,28 persen secara bulanan.

"Sedangkan di tingkat eceran, ini mengalami inflasi sebesar 0,10 persen secara bulanan dan sebesar 11,88 persen secara tahunan," kata Imam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.