Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelatih Turki, Vincenzo Montella, Buktikan Kritik ke Skuadnya Tidak Adil dan Salah

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 14:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelatih Turki, Vincenzo Montella, Buktikan Kritik ke Skuadnya Tidak Adil dan Salah Doc: antarafoto
Ket. Pemain-pemain Turki

HAMBURG - Pelatih Turki Vincenzo Montella menunjukkan bahwa kritik terhadap penampilan timnya di Piala Eropa 2024 tidak adil dan salah ketika mereka berhasil melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Ceko dengan skor 2-1 di Volksparkstadion, Hamburg, Kamis (27/6) dini hari WIB.

Turki meraih kemenangan menegangkan atas 10 pemain Ceko untuk mencapai fase sistem gugur turnamen besar untuk pertama kalinya sejak mencapai semifinal Euro 2008.

Gol Hakan Calhanoglu pada menit ke-51 membuat Turki unggul lebih dahulu, tetapi mereka kemudian kecolongan melalui gol Tomas Soucek pada menit ke-66 yang hampir membuat laga berakhir sama kuat 1-1.

Montella merespons dengan memasukkan Cenk Tosun pada menit ke-75 untuk menggantikan Arda Guler dan hal ini berakhir manis ketika mantan striker Everton itu menjadi penentu kemenangan pada menit ke-90+4.

"Kami selalu fokus dan bekerja keras, kami pantas lolos," kata Montella seperti dikutip dari AFP, Kamis (27/6).

"Kami mendapat beberapa kritik yang tidak pantas kami terima, dan kami berhasil mengatasinya," lanjutnya.

"Saya terbiasa dengan tekanan, saya tidak mempermasalahkan, namun saya tidak suka jika tekanan diberikan kepada pemain saya," tambahan.

Ay-Yildizlilar selanjutnya akan menghadapi tim kuda hitam Austria di Red Bull Arena, Leipzig pada Rabu (3/7) pukul 02.00 WIB untuk memperebutkan tempat di perempat final.

"Sekarang kami mempunyai tujuan baru," kata Montella.

"Malam ini kami hanya ingin merayakannya, kami pantas mendapatkannya, pengorbanan yang besar. Namun mulai besok, kami ingin terus membuat sejarah," lanjutnya.

Sementara itu pelatih Ceko Ivan Hasek mengatakan sangat kecewa gagal mengantar timnya melaju ke babak 16 besar setelah hanya menjadi juru kunci grup dengan satu poin.

Hasek mengatakan kunci kegagalan timnya adalah saat gagal menumbangkan Georgia pada laga kedua dengan skor akhir 1-1.

"Saya kecewa kami pulang karena tim ini memiliki begitu banyak potensi untuk masa depan. Kami ingin menunjukkannya di sini. Namun, alasan utama kami gagal adalah karena kami tidak mengalahkan Georgia," kata Hasek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.