Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan Ekstrem Memaksa Petani Jagung di Tiongkok Tunda Masa Tanam

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Kekeringan Ekstrem Memaksa Petani Jagung di Tiongkok Tunda Masa Tanam Doc: AFP/JADE GAO
Ket. Seorang petani memeriksa ladang jagung kering yang terkena dampak kekeringan di Desa Hudianxiang, Xinyang, Provinsi Henan, Tiongkok, Selasa (18/6).

JINAN - Setelah berminggu-minggu dilanda cuaca panas terik dan sedikit hujan, Zhang Yunjing, seorang petani, merasa tidak punya pilihan selain mengambil air dari pipa air limbah untuk mengairi ladang jagungnya yang kering di Provinsi Shandong, Tiongkok timur.

Zhang biasanya menggunakan air dari sungai terdekat untuk lahan seluas setengah hektare, tetapi lahan tersebut mengering sebulan yang lalu. "Tidak ada air. Lihat, orang-orang pergi ke desa lain untuk mengambil air. Benih tidak akan tumbuh tanpa air," kata Zhang, baru-baru ini.

Dikutip dari The Straits Times, suhu tertinggi yang mencapai rekor telah melanda wilayah barat laut dan timur Tiongkok, wilayah penghasil biji-bijian utama, selama musim tanam jagung yang penting, sehingga mengancam penurunan produksi di negara produsen dan konsumen biji-bijian terbesar kedua di dunia tersebut.

Tiongkok, yang juga merupakan importir jagung nomor satu di dunia, menghasilkan rekor produksi sebesar 288,8 juta metrik ton pada tahun 2023 dan berencana untuk menanam lebih banyak lagi guna mencapai ketahanan pangan, namun guncangan iklim menimbulkan tantangan besar.

Kementerian Pertanian pekan lalu memperingatkan kekeringan berdampak pada penanaman dan pertumbuhan tanaman baru. Beijing telah mengalokasikan 443 juta yuan untuk upaya pencegahan kekeringan, seperti penyiraman, penanaman kembali, dan penambahan pupuk di tujuh provinsi.

Produksi biji-bijian yang lebih rendah di negara pengimpor sereal utama dunia ini akan mendorong pembelian lebih tinggi dari negara-negara eksportir, seperti Brasil, Amerika Serikat, dan Argentina sehingga menopang harga global dan inflasi pangan.

Tujuh provinsi yang dilanda kekeringan menyumbang sekitar 35 persen produksi jagung Tiongkok, meskipun beberapa daerah kemungkinan besar akan terhindar dari kerusakan parah karena mempunyai kapasitas irigasi.

Panen Gandum

Cuaca panas melanda Shandong, sebuah provinsi pertanian besar, tepat ketika para petani sedang menyelesaikan panen gandum mereka, sehingga merusak beberapa biji-bijian yang sudah matang.

Shandong telah menanam lebih dari 3,32 juta hektare jagung pada musim ini, serta 78.000 hektare tanaman sela jagung dan kacang kedelai. Bandingkan dengan 3,29 juta hektare jagung dan 79.933 hektare tanaman sela yang ditanam pada waktu yang sama pada tahun 2023.

Di dekat Ibu Kota Jinan, para petani menemukan cara untuk mengurangi kekeringan saat mereka mulai menanam jagung. Beberapa petani mengatakan mereka menunda penanaman untuk menghindari panas yang menyengat, namun mereka masih memperkirakan panen yang buruk pada tahun 2024.

Meskipun menunda penanaman jagung dari tanggal 5 Juni hingga 20 Juni, petani Chen Fuling mengatakan benihnya akan kesulitan untuk bertunas karena tanah kering. "Kami tidak akan mendapatkan panen yang baik tahun ini," katanya.

Beberapa bibit yang sudah bertunas menunjukkan tanda-tanda stres akibat panas. "Tidak ada air di sungai. Saya hanya bisa mencampurkan pestisida dengan air keran," kata petani Wang Cuiping.

Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok, telah meminta masyarakat di wilayah yang dilanda kekeringan, termasuk Shaanxi di barat laut, Hebei dan Shanxi utara, Anhui dan Shandong timur, serta Henan tengah, untuk melindungi produksi air dan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Lebih dari 150 Perusahaan M...
Luar Negeri
Slovakia Minta Uni Eropa Fo...
Daerah
BNPB Umumkan Banjir di Kota...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.