Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangsa Indonesia Harus Bersatu Berantas Judi Online

📅 Minggu, 23 Jun 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangsa Indonesia Harus Bersatu Berantas Judi Online Doc: ANTARA/HO-MPR RI
Ket. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Syarifuddin Hasan berbicara dengan awak media di sela pertandingan voly Proliga antara Jakarta LavAni Allo Bank Electric melawan Garuda Jaya di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/6/2024).

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Syarifuddin Hasan mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersatu dalam memberantas kasus judionlineyang tengah marak terjadi.

Syarief Hasan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendesak Pemerintah, dalam hal ini adalah Kemenkominfo, untuk segera melakukan langkah-langkah strategis dan terukur dalam menangani maraknya judionline.

Namun, menurut dia, pemberantasan judionlinebukan semata-mata tugas serta tanggung jawab Kemenkominfo saja, tetapi juga tanggung jawab seluruhstakeholder,termasuk aparat keamanan, bahkan masyarakat luas. Oleh karena itu, semua unsur harus bersatu padu mendukung upaya-upaya pemberantasan judionline.

"Saya sudah ingatkan sejak beberapa waktu lalu bahwa judionlineini sangat berbahaya. Kalau sekarang ini kita semua sudah sadar, berarti itu bagus karena judi merupakan penyakit yang bikin rakyat sengsara. Jadi, semua aparat, semua kekuatan, dan potensi harus dioptimalkan untuk memberantas judionlinehingga ke akar-akarnya," kata dia.

Untuk mencegah makin meluasnya judionline,dia berpendapat bahwa hukum harus ditegakkan seadil-adilnya sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Menurut dia, hukum tidak boleh pandang bulu, apalagi sampai tebang pilih.

"Kemiskinan menjadi salah satu penyebab maraknya judionline.Padahal, jumlah masyarakat miskin masih tinggi, yaitu mencapai 9 persen. Belum lagi yang termasuk masyarakat yang berpotensi miskin. Masyarakat yang berpotensi miskin inilah yang kerap mencoba-coba dan mudah tergoda untuk meraih keberuntungan melalui judionline," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia meminta Pemerintah mengoptimalkan dana-dana bantuan sosial agar terserap dengan baik dan tepat sasaran. Dengan begitu, jumlah penduduk miskin akan berkurang dan aktivitas perjudianonlinejuga turut berkurang.

"Ini tugas kita bersama dan tidak boleh ditunda-tunda lagi. Cukupkan para korban kekejaman judionlineyang telah merenggut nyawa anak-anak bangsa dan tidak boleh terulang lagi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.