Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Umur Panjang Ditentukan oleh Genetik atau Gaya Hidup? Ini Jawabannya

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Seperti yang kita ketahui, peningkatan kadar kolestrol jahat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang menjadi penyebab utama kematian seperti stroke dan penyakit jantung. Peran gen APOE dalam mengatur kolesterol inilah yang mungkin menjadi faktor penentu usia seseorang.

Gen bukan faktor satu-satunya

Walaupun APOE telah tervalidasi sebagai gen penentu panjang umur seseorang, faktor eksternal khususnya gaya hidup sepertinya tetap berperan krusial.

Misalnya, ketika dua kelompok masyarakat dengan gen APOE3 dan APOE4 menjalani gaya hidup yang sehat, maka manfaat ataupun efek positifnya akan serupa untuk kedua kelompok tersebut.

Penelitian lain yang melibatkan populasi lebih besar dan melacak sampelnya selama 20 tahun juga menemukan bahwa manfaat gaya hidup sehat konsisten baik pada mereka dengan risiko genetik tinggi maupun rendah.

Artinya, meskipun memiliki gen APOE4, efek buruk gen ini tetap dapat kita kurangi secara signifikan melalui modifikasi gaya hidup.

Fenomena menarik juga ditemukan di masyarakat Sisilia yang mendiami bagian selatan Italia. Dalam masyarakat tersebut, manfaat gen APOE2 ataupun efek berbahaya dari gen APOE4 tidak begitu terlihat. Namun, keturunan masyarakat Sisilia yang bermigrasi dan tinggal di AS merasakan dampak buruk gen APOE4.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang terkait dengan tinggal di Italia Selatan dapat mengurangi efek merugikan dari APOE4. Secara khusus, kebiasaan masyarakat Sisilia menerapkan diet Mediterania yang kaya akan sayur, buah, dan ikan segar sepertinya telah berkontribusi pada perbedaan tersebut.

Dengan munculnya fakta-fakta tersebut, beberapa studi-yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu sampel penelitian-mengidentifikasi peran genetik hanya di angka 10-30%.

Secara biologi, peranan gen sebenarnya dapat kita aktifkan atau nonaktifkan melalui mekanisme yang disebut sebagai epigenetik.

Contohnya, berolahraga secara teratur dapat mengubah profil epigenetik kita. Pada akhirnya, kebiasaan ini menonaktifkan gen yang berbahaya bagi tubuh dan mengaktifkan gen yang bermanfaat.

Artinya, gen yang telah melekat pada diri kita sejak lahir bukan sesuatu yang mutlak menentukan kondisi kita di masa mendatang.

Gaya hidup tetap penting

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.