Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hidrogen RI Harus Bersumber EBT

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hidrogen RI Harus Bersumber EBT Doc: istimewa

JAKARTA - Indonesia bisa menjadi penguasa hidrogen hijau atau green hydrogen global.

Namun, kuncinya harus meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) secara besar-besaran bukan dengan mengolah sumber energi fosil menjadi hidrogen atau ammonia.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menyatakan Indonesia mempunyai sumber energi fosil yang bisa diolah jadi hidrogen dan ammonia.

Namun, dia memperingatkan kebutuhan dunia saat ini bukan brown atau blue hidrogan yang berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan berbahaya bagi lingkungan.

"Yang dibutuhkan adalah green hidrogen, yang diproduksi dari pemecahan molekul air dengan listrik yang berasal dari energi terbarukan," tegasnya kepada Koran Jakarta, Kamis (20/6).

Untuk itu, papar dia, kalau mau jadi "raja" green hydrogen, harus ada peningkatan energi terbarukan secara besar- besaran sehingga nanti harga listrik dari energi terbarukan cukup kompetitif.

Hal itu untuk menghasilkan hidrogen dengan biaya produksi di bawah 4 dollar AS per kilogram (kg), sehingga bisa kompetitif dengan brown atau blue hidrogen.

Selain itu, kebutuhan hidrogen dan ammonia di dalam negeri juga tinggi, khususnya sebagai substitusi gas alam untuk pupuk dan proses industri lainnya.

"Jadi perlu ada pemetaan dan estimasi kebutuhan hidrogen dan ammonia untuk industri dalam negeri dan perlu dipetakan lokasi untuk produksinya, yang sedapat mungkin dekat dengan sumber permintaan.

Ini karena biaya transportasi hidrogen mahal dan kompleks," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi menyebutkan Indonesia berpotensi sebagai pemimpin produsen hidrogen dan amonia di tingkat regional.

Dalam upaya mencapai net zero emission, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam produksi hidrogen bersih yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan.

"Hidrogen akan memainkan peran penting dalam sistem energi global seiring dengan upaya berbagai negara untuk mendekarbonisasi dan membangun ekosistem hidrogen," ujar Deputi Menteri Koordinator bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Jodi Mahardi, pada Indonesia International Hydrogen Summit 2024 di Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Jodi, sumber daya gas alam yang melimpah, kapasitas penyimpanan CO2, dan potensi energi terbarukan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam produksi hidrogen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.