'E-Commerce' yang Tawarkan Pengalaman Belanja Holistik Lebih Dipilih
📅 Jumat, 21 Jun 2024, 19:37 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Pertumbuhan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku berbelanja daring (online) masyarakat. Para pemaine-commercedi Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan TikTok Shop terus meningkatkan daya saing melalui inovasi fitur serta program.
"Peningtakan daya saing bertujuan untuk semakin meningkatkan pengalaman belanja online, agar konsumen merasakan proses belanja yang memuaskan secara keseluruhan," ujar Executive Director IPSOS Indonesia Andi Sukma, dalam webinar Kamis (19/6).
Laporan IPSOS memetakan persaingan yang dinamis dari para pelakue-commercetersebut. Menurut Andi, platform yang unggul dalam menghadirkan pengalaman belanja daring secara holistik menjadi yang paling memuaskan bagi masyarakat, yang berdampak pada penggunaannya oleh konsumen.
Untuk melihat hal tersebut IPSOS melakukan riset dengan tajuk Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce. Riset ini melibatkan responden yang rutin berbelanja daring melalui berbagai e-commerceyang tersedia di Indonesia, untuk mengulik aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam merasakan pengalaman belanja yang holistik.
"Pada riset IPSOS yang dilakukan melalui metode Online Panel, ditemukan bahwa Shopee unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi dalam pengalaman berbelanja daring," ungkap Andi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indikator tingkat kepuasaan yang berbanding lurus dengan aspek rekomendasi, dipengaruhi oleh bagaimana pengalaman belanja daring dari hulu ke hilir. Keunggulan Shopee dalam tingkat kepuasan, didukung oleh data, dimana Shopee (62 persen) menjadi pilihan pertama untuk direkomendasikan oleh konsumen kepada kerabat dekatnya, diikuti oleh Tokopedia (46 persen), TikTok Shop (42 persen), dan Lazada (36 persen).
"Temuan ini mengukuhkan posisi Shopee sebagai e-commerce yang paling unggul dalam memberikan pengalaman belanja paling memuaskan bagi konsumen," tuturnya.
Andi menerangkan, sejak kehadiran platforme-commercedi tengah masyarakat, kecenderungan masyarakat untuk memilih belanja daring sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan terus berkembang. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, para platforme-commerceharus menyesuaikan strategi dan menghadirkan sejumlah inovasi guna menghadirkan pengalaman belanja daring yang memuaskan bagi pengguna dengan preferensi yang semakin beragam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui riset IPSOS kali ini, kami ingin mengidentifikasi platform Marketplace mana yang berhasil unggul dalam skala tingkat kepuasan pengguna serta aspek apa saja yang mempengaruhi pilihan tersebut," ungkapnya
Strategi Platform E-Commerce dalam menghadirkan pengalaman belanja secara holistik memberi pengalaman yang mengedepankan kepuasan konsumen menjadi daya tarik utama pada sebuah platform e-commerce. Jika diamati lebih lanjut, terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen dalam berbelanja daring," ungkapnya.
Salah satu kemudahan yang ditawarkan platforme-commercejuga dinilai dari ragam metode pembayaran. Sebanyak 64 persen responden menilai Shopee sebagai platforme-commercedengan pilihan metode pembayaran yang paling beragam, diikuti Tokopedia (15 persen), Lazada (11 pesan), dan TikTok Shop (8 persen).
Sejalan dengan temuan ini, salah satu metode pembayaran yang paling menarik perhatian lainnya adalah Cash on Delivery (COD). Untuk COD Shopee mendominasi metode pembayaran COD sebesar 66 persen diikuti oleh Tokopedia & Lazada sebesar 12 persen, dan yang terakhir adalah TikTok Shop 10 persen.
Semakin banyaknya masyarakat yang mengandalkane-commerceuntuk memenuhi kebutuhan. Hal ini diikuti juga dengan meningkatnya ragam preferensi yang harus dipenuhi dengan kelengkapan produk dan kategori serta diiringi oleh tersedianya toko resmi yang paling beragam.
"Dalam hal ini, Shopee juga paling unggul dengan persentase sebesar 68 persen dalam menyediakan toko resmi yang beragam, dibandingkan pesaingnya yaitu Tokopedia (15 persen), Lazada (9 persen), dan TikTok Shop (7 persen)," urai Andi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!