Jakarta Terapkan Sistem Inventarisasi Emisi
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-DLH DKI Jakarta
JAKARTA - Untuk memantau sumber-sumber polusi udara perlu dikembangkan sistem inventarisasi emisi yang lebih sistematis. Itulah yang tengah dikerjakan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.
"Walaupun di tengah-tengah kondisi udara yang sedang menurun, Pemprov Jakarta sudah memiliki langkah jelas dalam menanggulangi pencemaran udara. Kita sedang dalam proses menyelesaikan sistem tersebut," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Asep Kuswanto, Rabu (19/6).
Menurut Asep, DLH melanjutkan upaya serius dalam menanggulangi penurunan kualitas udara Jakarta. Ini antara lain melalui implementasi Keputusan Gubernur Jakarta Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).
Asep melihat, SPPU menjadi panduan strategis DLH dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas udara Jakarta hingga tahun 2030. Selain itu, DLH sedang mengembangkan sistem inventarisasi emisi yang lebih sistematis untuk memantau sumber-sumber polusi udara Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa dengan sistem itu memungkinkan pengumpulan data yang lebih baik tentang emisi dari berbagai sumber. Hal ini termasuk kendaraan bermotor dan industri. Selain memperketat pengawasan terhadap sumber emisi bergerak dan stasioner, juga langkah strategis lainnya, kerja sama lintas daerah, terutama algomerasi Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk itu, kami mendorong pemerintah daerah sekitar Jakarta lebih ketat dalam mengawasi industri di wilayahnya yang berpotensi mencemari udara dan terbawa angin ke Jakarta," tuturnya.
Terkait penurunan kualitas udara akhir-akhir ini, Asep menjelaskan bahwa menurut hasil analisis model "Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajector" (Hysplit) dari National Oceanic and Atmospheric Administration yang dilakukan oleh Tim Ahli IPB menunjukkan bahwa dalam dua hari terakhir, angin dominan berasal dari timur dan Timur Laut.
Menurutnya, Hysplit adalah model yang digunakan untuk simulasikan pergerakan dan penyebaran polutan di atmosfer. Ini membantu dalam memahami sumber dan dampak polusi udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Asep mengatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat dengan beralih menggunakan transportasi publik, bersepeda, dan berjalan kaki dalam mobilitas jarak dekat, juga dapat memperbaiki kualitas udara Jakarta.
Kondisi demikian juga dikampanyekan. Selain itu, upaya jangka pendek juga ditempuh. Misalnya, dengan mengimbau pengelola gedung-gedung tinggi memasang water mist dan memperketat uji emisi pemilik kendaraan bermotor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!