Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejak Awal Belanda Takut Kehilangan Indonesia

📅 Rabu, 19 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pernyataan Baud sama saja dengan pertahankan biaya di India serendah mungkin dan peras dana sebanyak mungkin. Untuk tujuan ini, Van den Bosch memperkenalkan tanam paksa, dengan menanam tebu, kopi, teh dan nila di Jawa. Pada 1850-an, pajak yang dihasilkan menyumbang 52 persen pendapatan pajak Belanda dan sekitar 4 persen produk domestik bruto.

Efisiensi

Perdebatan internasional mengenai keuntungan finansial dari koloni menjadi cukup ramai dalam beberapa tahun terakhir. Para ilmuwan terutama berfokus pada abad ke-20, terkadang juga pada akhir abad ke-19. Yang terkini disusun oleh Frans Buelens dari Universitas Antwerp dan Ewout Frankema dari Wageningen University & Research pada 2015 yang menghasilkan kumpulan data yang benar-benar baru.

Dari sini mereka dapat menarik kesimpulan tentang keuntungan investasi di Hindia Belanda antara 1919-1938. Temuan utama mereka, investasi di Hindia ternyata menghasilkan keuntungan 2,5 kali lebih besar dibandingkan investasi di Belanda.

Berinvestasi di Belanda menghasilkan keuntungan sebesar 2,1 persen pada tahun 1920-1939, sedangkan di Hindia Belanda pada periode 1919-1938 menghasilkan keuntungan tahunan rata-rata sebesar 5,4 persen. Keuntungan diinvestasikan kembali atau dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau keduanya.

Menurut para peneliti, perbedaan keuntungan yang besar antara Hindia dan Belanda sebagian dapat dijelaskan oleh fakta bahwa investasi Hindia dianggap lebih berisiko. Dengan kata lain di Hindia, hasilnya bisa sangat bervariasi. Oleh karena itu, terdapat premi risiko tertentu pada investasi Hindia. Ketidakstabilan politik di wilayah jajahan juga menjadi sebuah risiko, meskipun hal ini baru menjadi kenyataan pada 1942, ketika pendudukan Jepang masuk diikuti dengan perjuangan kemerdekaan ketika Belanda kembali.

Yang lebih penting lagi, menurut kedua penulis, tenaga kerja di India murah bagi investor. Rezim yang keras pun diterapkan pada pekerja. Bekerja sangat keras untuk mendapatkan upah yang sangat rendah, hukuman yang keras untuk perilaku yang tidak diinginkan, penindasan terhadap upaya pengorganisasian perdagangan.

Hal yang juga membantu adalah investor di Hindia Belanda memiliki akses murah terhadap tanah berdasarkan Undang-Undang Pertanian (1870). Undang-undang tersebut menetapkan bahwa semua lahan terlantar dan tanah yang digarap secara komunal oleh para petani adalah milik negara kolonial. Perusahaan bisa menyewa tanah selama 75 tahun. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Cabai Rawit Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg

42 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Daerah
Pemkab Sigi: 787 Rumah Rusa...
Olahraga
Sabalenka Pimpin Persaingan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.