Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer AS Adopsi Teknologi Microwave untuk Senjata Terbarunya

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 12:50 WIB | Oleh:
Militer AS Adopsi Teknologi Microwave untuk Senjata Terbarunya Doc: Army Technology
Ket. Teknologi "Leonidas" dari Epirus

Militer Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang mengembangkan teknologi pertahanan udara terbarunya yang memiliki sistem yang sama dengan microwave dapur.

Beberapa minggu setelah pengumuman mengenai penggunaan senjata berenergi laser, militer AS telah menerima empat unit senjata gelombang mikro bertenaga tinggi yang bernama "Leonidas" dari kontraktor pertahanan Epirus.

Sistem persenjataan teranyar dari Militer AS ini akan diuji coba oleh tentara AS yang berada di Timur Tengah. Prinsip dasar dari senjata gelombang mikro bertenaga tinggi "Leonidas" ini adalah senjata yang menggunakan radiasi elektromagnetik dalam spektrum gelombang mikro. Sama halnya dengan sistem yang microwave dapur miliki.

Jika microwave dapur menggunakan radiasi gelombang mikro yang cukup untuk memanaskan makanan, maka "Leonidas" menggunakan kekuatan yang jauh lebih tinggi untuk menciptakan interferensi gelombang elektromagnetik.

Interferensi gelombang elektromagnetik yang diciptakan "Leonidas" ini dapat menjatuhkan serta 'merusak' sistem perangkat elektronik lawan seperti drone, rudal, dan lainnya dalam jumlah yang masif.

CEO Epirus, Andy Lowery menjelaskan kepada Fast Company bahwa saat ini militer AS tidak memiliki pilihan yang benar untuk mengatasi serangan drone dalam jumlah yang banyak secara bersamaan.

Andy Lowery juga mengatakan dengan optimis bahwa "Leonidas" merupakan jawaban yang efektif untuk memperkuat pertahanan dari militer AS.

"Hari ini, kami tidak hanya memiliki sistem yang baik untuk pertahanan udara jarak pendek terhadap ancaman tersebut, namun kami percaya bahwa ini (Leonidas) adalah satu-satunya program yang ampuh untuk untuk melawan gerombolan besar (drone, rudal, dan persenjataan elektronik lawan)," ucap Lowery, dikutip dari Fast Company, Rabu (12/6).

Militer AS akan mengadopsi Leonidas ke sistem pertahananya dengan ditarik dengan kendaraan taktis atau dipasang di kendaraan kendaraan tempur infanteri. Hal tersebut merupakan salah satu bagian dari strategi pertahanan berlapis di bawah program Angkatan Darat Militer AS yaitu Indirect Fire Protection Capability - High-Power Microwave (IFPC - HPM) atau Kapabilitas Pertahanan Tembakan Tidak Langsung - Gelombang Mikro Bertenaga Tinggi.

"Gelombang mikro bertenaga tinggi seperti Leonidas akan mengeluarkan berkas energi seperti perisai," jelas juru bicara Epirus, Shane Karp, kepada Fast Company.

Anggaran AS menyatakan bahwa sistem ini (Leonidas) akan digunakan untuk pertahanan jarak pendek situs tetap dan semi-tetap dari serangan gerombolan sistem pesawat tanpa awak atau Unmanned Aircraft Systems (UAS).

Program Indirect Fire Protection Capability - High-Power Microwave (IFPC - HPM) bukanlah satu-satunya program yang menarik perhatian Pentagon. Karp membeberkan bahwa perusahaan baru-baru ini telah menandatangani kontrak untuk versi lebih kecil dari Leonidas, yaitu Expeditionary Directed Energy Counter Swarm (ExDECS).

ExDECS adalah sistem penangkal gelombang energi terarah yang akan dipasang pada kendaraan taktis dari korps marinir AS untuk perlindungan konvoi. Angkatan Laut AS berencana akan menguji Leonidas versi kecil ini untuk melawan kapal-kapal kecil selama eksperimen teknologi di laut pada bulan Juni ini.

Pengujian di dunia nyata ini sangat dinantikan oleh pimpinan militer AS karena maraknya penggunaan drone murah yang telah mengganggu pasukan AS di Timur Tengah dan kapal perang Amerika di Laut Merah sejak dimulainya genosida bangsa Palestina oleh Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.