Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Tiongkok Tingkatkan Kerja Sama Transisi Energi

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 02:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia dan Tiongkok Tingkatkan Kerja Sama Transisi Energi Doc: ANTARA/HO-Kemenko Marves
Ket. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) bertemu dengan Chairman of National Development and Reform Comission (NDRC) Zheng Shanjie (kanan), di Beijing, Tiongkok, Rabu (12/6/2024).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti proyek antara CBL dengan Indonesia Battery Corporation di Buli, Maluku Utara sebagai bentuk kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok dalam sektor transisi energi dan industri.

"Saya harap NDRC dapat mendukung kerja sama antara CBL (Contemporary Brunp Lygend Co Ltd) dan IBC (Indonesia Battery Corporation) untuk produksi proyekbattery materialsdan proyekbattery recyclingdi kawasan industri Buli, Maluku Utara," ujar Luhut dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kunjungannya ke Beijing, Tiongkok. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan Tiongkok dalam berbagai sektor, termasuk transisi energi dan industri.

Oleh karena itu, Luhut mengungkapkan harapannya terhadap dukungan National Development and Reform Commission (NDRC) Tiongkok, yang diketuai oleh Zheng Shanjie, untuk mendukung proyek pengembangan baterai di kawasan industri Buli, Maluku Utara.

CBL, atau Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd., didirikan pada Oktober 2020, yang merupakan kolaborasi antara Ningbo Brunp Contemporary Amperex Co., Ltd., Ningbo Lygend New Energy Co., Ltd., dan Ningbo Meishan Free Trade Port Ruiting Investment Co., Ltd.

Proyek ini berfokus pada pengembangan industri baterai kendaraan listrik dengan investasi sebesar 5,9 miliar dolar AS.

Investasi ini mencakup pengembangan teknologi baterai, integrasi sumber daya dari tambang nikel, hingga produksi dan daur ulang baterai.

CATL, pemegang saham utama Ningbo Brunp, memiliki teknologi baterai dengan kapasitas produksi 170,39 GWh pada akhir 2021.

Proyek CBL di kawasan industri Buli, yang mencakup 2.000 hektar, akan menjadi pusat produksi dan layanan sumber daya baterai kendaraan listrik. Proyek ini mencakup bijih nikel laterit, produk turunan nikel, bahan baku baterai energi baru, serta daur ulang baterai.

Dengan integrasi sumber daya dan teknologi serta dukungan dari kedua pemerintah, proyek ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai global dan memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.