Cegah Duka saat Berwisata, Kemenhub dan Lintas Sektor Tingkatkan Angkutan Wisata Berkeselamatan
📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 02:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng lintas sektor untuk membangun sinergi dalam meningkatkan angkutan pariwisata yang berkeselamatan, utamanya di momen libur Hari Raya Idul Adha 2024.
"Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab seluruh pihak dan merupakan cita-cita dalam penyelenggaraan transportasi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Amirulloh, di Jakarta, Jumat.
Dalam rangka meningkatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan angkutan pariwisata demi mewujudkan keselamatan dan keamanan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub menggelar Focus Group Discussion(FGD) bertemakan "Angkutan Pariwisata yang Berkeselamatan" di salah satu hotel Jakarta.
"Melalui lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK LLAJ), pemerintah wajib melakukan upaya terkoordinasi dan berkolaborasi dalam menciptakan keselamatan," ujar Amirulloh dalam keterangan.
Lebih lanjut ia menuturkan berdasarkan data dari Korlantas Polri, angka kecelakaan terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2022 terjadi sekitar 137 ribu angka kecelakaan, dan di tahun 2023 meningkat sebanyak 152 ribu angka kecelakaan yang sebagian besar melibatkan laki-laki sehingga berefek domino berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari tahun 2021-2024 terjadi sebanyak 11 kecelakaan bus yang merenggut korban jiwa di atas 5 orang. Maka ini harus menjadi perhatian. Saya berharap melalui kegiatan FGD ini dapat menjadi wadah untuk menemukan langkah konkret dan solusi bersama agar masyarakat mendapat level keselamatan yang lebih baik," ujarnya lagi.
Ia menambahkan kini semua pihak dapat ikut serta berperan dalam pengecekan kondisi setiap armada bus yang digunakan melalui aplikasi Mitra Darat maupun versi website mitradarat.dephub.go.id dengan memasukkan nomor kendaraan.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo menyampaikan pariwisata adalah suatu ekosistem di mana pada sektor transportasi tantangannya ada pada memberikan keselamatan, keamanan, kenyamanan serta kesenangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, beberapa penyebab kecelakaan bus pariwisata seperti terkait perizinan hingga adanya human error.
"Maka kami turut serta mengimbau semua biro perjalanan wisata maupun masyarakat agar tidak merancang itenerary yang terlalu padat agar pengemudi juga bisa beristirahat," kata Fadjar.
Selain itu, di mengimbau pula agar seluruh tempat wisata juga menyiapkan tempat istirahat yang layak bagi pengemudi.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Aryono menyebutkan masalah yang terjadi pada ekosistem pariwisata sangat beragam, di antaranya pengguna jasa yang sensitif terhadap harga, monitoring dan pembinaan tempat wisata, serta dinamika dan perkembangan penyedia jasa angkutan.
"Ada juga permasalahan dari sisi pengawasan dan pembinaan penyedia jasa angkutan serta kebijakan dari regulator itu sendiri, maka perlunya disusun rencana masing-masing pemangku kepentingan sesuai dengan bidang tugas masing-masing, agar tercipta solusi yang konkret," ujarnya lagi.
Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri Mohammad Tora mengatakan penyebab kecelakaan pada umumnya terjadi karena faktor manusia dan kendaraan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!