Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Animalium BRIN, Tempat Edukasi Binatang yang Menyenangkan

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Animalium BRIN, Tempat Edukasi  Binatang yang Menyenangkan Doc: brin.go.id dan antaranews

Umat manusia perlu memahami hubungan dengan tumbuhan, hewan, dan lingkungannya. Oleh karenanya edukasi yang dilakukan Animalium BRIN diharapkan menciptakan kecerdasan ekologis untuk menciptakan kesadaran yang pro-lingkungan demi kelestarian dan keberlanjutan.

Setiap orang tentu saja mengenal akuarium yang merupakan salah satu bentuk media yang digunakan untuk pemeliharaan ikan, terutama ikan hias untuk skala rumahan yang diharapkan dapat mewakili habitat asli ikan.

Lalu bagaimana dengan animalium? Laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut animalium adalah wadah bagi penerapan pembelajaran mengenai kehidupan satwa. Keberadaannya diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun kecerdasan ekologis pada generasi penerus bangsa.

BRIN sendiri memiliki animalium yang berada Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Jaraknya dari pusat kota Jakarta melalui tol Jagorawi dan keluar melalui gerbang tol Sentul mencapai 51,9 kilometer.

Tempat ini didesain sebagai kawasan wisata ilmu pengetahuan satwa (animal science tourism) terbesar di Indonesia. Bukan hanya sebagai tempat wisata edukasi, lokasi ini juga menjadi sarana penelitian dan etalase pengetahuan dengan konsep baru.

"Animalium akan menjadi tidak hanya sarana peraga modern namun juga sebagai sarana publikasi penelitian dan etalase pengetahuan satwa dengan konsep baru di Indonesia," demikian laman BRIN menyebutkan.

Menurut BRIN, umat manusia sebagai spesies unggul harus bisa memahami hubungan yang rumit dan intim antara tumbuhan, hewan dan lingkungannya. Tujuannya agar bisa mengembangkan pendekatan yang ramah dalam rangka menjaga keadaan keseimbangan kehidupan yang dinamis.

Pendekatan yang paling baik adalah melalui penerapan kecerdasan ekologis. Sebuah pemahaman yang sedari awal membawa pikiran manusia secara sadar menetapkan pilihan yang pro-lingkungan demi kelestarian dan keberlanjutan.

Oleh karenanya, membangun karakter manusia yang memiliki kecerdasan ekologis harus dilakukan sejak dini. Inovasi dalam hal teknis edukasi terhadap generasi penerus bangsa harus terus dikembangkan, melalui rangkaian pembelajaran yang membangun rasa ingin tahu terhadap eksplorasi alam sekitarnya.

Animalium BRIN dengan luas lahan 1,6 hektare menjadi lokasi favorit bagi wisatawan untuk mempelajari satwa liar. Menurut Direktur Animalium, Fardhan Khan, wahana edukasi satwa ini memiliki banyak spesies fauna yang bisa menjadi bahan edukasi anak-anak.

Di Animalium BRIN yang buka pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, terdapat 120 spesies fauna lebih yang dipamerkan dalam bentuk hidup maupun telah diawetkan dengan jumlah 400 ekor. Sebesar 95 persen diantaranya merupakan satwa asli asal Indonesia.

Koleksi yang cukup beragam dan ditampilkan secara menarik maka tidak heran hingga Mei 2024 tempat ini telah dikunjungi sebanyak 60.000 orang sejak dibuka untuk umum pada Maret 2023. Tahun ini Animalium BRIN menargetkan pengunjungnya mencapai 100 ribu orang.

Pusat Ilmu Satwa

Animalium BRIN disebut adalah pusat penelitian satwa liar yang juga berfungsi sebagai suaka margasatwa. Fasilitas ini menampung berbagai jenis hewan, termasuk burung langka, landak, kura-kura, dan berbagai jenis reptil serta serangga. Pengunjung bisa melihat hewan-hewan unik yang tidak sering ditemui sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.