Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Banyuwangi Bangun dan Revitalisasi Jaringan Irigasi 123 Km

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Banyuwangi Bangun dan Revitalisasi Jaringan Irigasi 123 Km Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengecek jaringan irigasi yang akan direvitalisas pada tahun ini.

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur membangun dan merevitalisasi jaringan irigasi sepanjang 123 kilometer pada tahun ini dengan menerapkan skema padat karya untuk mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air ke persawahan setempat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis, mengemukakan dalam proses pembangunannya menerapkan skema padat karya dengan melibatkan warga pra-sejahtera untuk tenaga kerjanya.

"Untuk pembangunan jaringan irigasi tahun ini sepanjang 80,081 km yang tersebar di 25 kecamatan, sedangkan jaringan irigasi yang akan direhabilitasi sepanjang 43,403 km," ujarnya.

Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi ini, lanjut Ipuk, dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air, karena air adalah faktor vital bagi pertanian.

Ia menyebutkan, beberapa lokasi pembangunan jaringan irigasi di antaranya Kecamatan Blimbingsari 9,6 km, Srono 9,5 km, Songgon 7,2 km, Purwoharjo 3,5 km, dan seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Sementara untuk rehabilitasi jaringan irigasi di antaranya di Kecamatan Cluring sepanjang 1,3 km, Kabat 4,2 km, Purwoharjo 3,9 km, Tegaldlimo 12 km, dan lainnya.

"Selain itu kami membangun infrastruktur irigasi. Kami juga bangun infrastruktur jalan di sejumlah titik di Banyuwangi," kata Bupati Ipuk.

Selain untuk sektor pertanian, katanya, pembangunan dan revitalisasi saluran irigasi juga sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.

Dalam proses pengerjaan saluran irigasi tersebut dijalankan dengan sistem padat karya. Warga miskin yang masuk di database UGD Kemiskinan Banyuwangi dan masih produktif akan dilibatkan dalam proses pengerjaan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut.

Dinas PU dan Pengairan setempat menargetkan bisa menyentuh 2.400 orang yang terbagi dalam 80 lokus kerja di seluruh Banyuwangi.

"Pelibatan masyarakat dalam instrumen padat karya yang ada di Dinas PU Pengairan ini menjadi bagian dari program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi," katanya.

Bupati Ipuk menambahkan, skema ini akan terus diluaskan jangkauannya dengan melibatkan sejumlah instansi lain yang memiliki program padat karya.

"Dengan demikian tidak hanya program pembangunan yang berjalan, tapi juga bisa berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.