Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Arahkan Tiongkok Investasi di Industri Petrokimia

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 09:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Arahkan Tiongkok Investasi di Industri Petrokimia Doc: ANTARA/HO-Kemenperin.
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) bersama Minister of Industry and Information Technology (MIIT) China Jin Zhuanglong (kanan) usai melakukan pertemuan di Beijing, China, Kamis (13/6/2024).

JAKARTA - Pemerintah meminta industri petrokimia asal Tiongkok berinvestasi di industri petrokimia. Hal itu untuk mengurangi impor produk petrokimia RI pada 2023 mencapai 8,5 juta ton dengan nilai 9,5 miliar dollar AS atau naik signifikan dari 2022 mencapai 7,75 juta ton.

"Kami memahami Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan salah satu pemain global petrokimia. Kami melihat peluang investasi baru yang sangat terbuka dan menguntungkan, terutama bagi para investor yang sudah berpengalaman di sektor industri petrokimia," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungannya ke RRT 12-13 Juni lalu, seperti disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (13/6).

Dia menyebut berdasarkan kapasitas industri petrokimia nasional yang saat ini mencapai lebih dari 14 juta ton per tahun, tetapi masih belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Hal ini mendorong terus meningkatnya nilai impor produk petrokimia.

"Kami mengundang para investor asal RRT dengan tangan terbuka, untuk berinvestasi pada sektor industri petrokimia di Indonesia dan saya memastikan akan adanya kemudahan dalam berinvestasi di Indonesia," tegas Menperin.

Kerja sama industri antara Indonesia dan Tiongkok dapat terealisasi dengan baik berkat dukungan pemerintah kedua negara. Menperin menyampaikan, dalam kunjungan ke Beijing tersebut, pihaknya melakukan beberapa pertemuan dengan pengusaha Tiongkok dalam rangka untuk membahas peningkatan investasi sektor industri di Indonesia. Untuk itu, peran pemerintah amat diperlukan dalam hal ini.

Tak hanya terkait industri Petrokimia, dalam kunjungan itu Menperin juga menegaskan kepada Minister of Industry and Information Technology (MIIT) Tiongkok, Jin Zhuanglong bahwa industri Battery Electric Vehicle (BEV) asal Tiongkok berkontribusi luar biasa terhadap perkembangan ekosistem Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.