Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: 117 Juta Orang Terpaksa Mengungsi pada Tahun 2023

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
PBB: 117 Juta Orang Terpaksa Mengungsi pada Tahun 2023 Doc: ISTIMEWA
Ket. Lebih dari sembilan juta orang menjadi pengungsi internal di Sudan, dan dua juta lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga.

JENEWA - Badan pengungsi PBB pada Kamis (13/6), mengatakan jumlah orang yang terpaksa mengungsi mencapai rekor 117,3 juta orang pada akhir tahun 2023, memperingatkan angka ini dapat meningkat lebih jauh tanpa perubahan politik global yang besar.

"Mereka adalah pengungsi, pencari suaka, pengungsi internal, orang-orang yang terpaksa mengungsi karena konflik, penganiayaan, dan berbagai bentuk kekerasan yang semakin kompleks," kata Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi atau UN High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Dikutip dari The Straits Times, dalam laporannya mengenai tren global dalam pengungsian paksa, UNHCR mengatakan terjadi peningkatan setiap tahun dalam jumlah pengungsi paksa selama 12 tahun terakhir. "Konflik masih menjadi faktor pendorong perpindahan yang sangat besar," kata Grandi.

UNHCR memperkirakan pengungsian paksa terus meningkat dalam empat bulan pertama tahun 2024, dan jumlah pengungsi kemungkinan akan melebihi 120 juta orang pada akhir bulan April. "Sayangnya, kecuali ada perubahan dalam geopolitik internasional, saya melihat angka tersebut terus meningkat," kata Grandi, mengacu pada risiko konflik baru.

Konflik-konflik yang mendorong terjadinya pengungsian termasuk perang di Sudan, yang digambarkan oleh Grandi sebagai salah satu perang yang paling membawa bencana meskipun kurang mendapat perhatian dibandingkan krisis-krisis lainnya.

Mencari Keselamatan

Lebih dari sembilan juta orang menjadi pengungsi internal, dan dua juta lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga termasuk Chad, Mesir, dan Sudan Selatan. "Ratusan orang datang setiap hari," katanya, mengacu pada masuknya orang yang mencari keselamatan di Chad.

Di Gaza, pemboman dan kampanye darat Israel telah menyebabkan sekitar 1,7 juta orang, hampir 80 persen populasi wilayah kantong Palestina, menjadi pengungsi internal, banyak dari mereka yang mengungsi berkali-kali.

Grandi memperingatkan kemungkinan penyeberangan warga Gaza ke Mesir dari kota perbatasan selatan Rafah untuk menghindari serangan militer Israel akan menjadi bencana besar.

"Krisis pengungsi lainnya di luar Gaza akan menjadi bencana besar di semua tingkatan, termasuk karena kami tidak memiliki jaminan bahwa orang-orang tersebut akan dapat kembali ke Gaza suatu hari nanti," kata Grandi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.