UE Kenakan Tarif Hingga 38 Persen untuk Mobil Listrik Tiongkok
📅 Kamis, 13 Jun 2024, 12:12 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun Ghiretti mengatakan kepada AFP, tidak jelas apa yang bisa ditawarkan Tiongkok "yang benar-benar dapat mengurangi kekhawatiran yang ada".
Tarif tersebut akan berlaku sementara mulai tanggal 4 Juli dan kemudian secara definitif mulai bulan November kecuali ada mayoritas negara UE yang memenuhi syarat - yaitu 15 negara yang mewakili setidaknya 65 persen populasi blok tersebut - yang memberikan suara menentang langkah tersebut.
Tarif UE, meskipun tinggi, lebih rendah dari tarif 100 persen yang diberlakukan Amerika Serikat pada bulan lalu terhadap mobil listrik Tiongkok.
Kekhawatiran Jerman
Sebaiknya Anda baca juga:
Sektor otomotif Eropa adalah permata di puncak industrinya - dengan merek-merek ikonik seperti Mercedes dan Ferrari - namun kini menghadapi ancaman, termasuk langkah Tiongkok yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
Brussels ingin mengerem apa yang mereka klaim sebagai praktik tidak adil yang melemahkan produsen mobil Eropa.
Jerman, Hongaria, dan Swedia sebelumnya menyatakan kekhawatirannya mengenai penerapan bea masuk yang lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Transportasi Jerman Volker Wissing mengatakan "tarif hukuman menimpa perusahaan-perusahaan Jerman" dalam sebuah postingan di media sosial.
"Mobil harus menjadi lebih murah melalui lebih banyak persaingan, pasar terbuka dan kondisi bisnis yang jauh lebih baik di UE, bukan melalui perang dagang dan isolasi pasar," kata Wissing.
Tarif tersebut "tidak akan menyelesaikan tantangan" yang dihadapi industri otomotif, kata presiden asosiasi industri otomotif VDA Jerman, Hildegard Mueller, dan malah menyerukan upaya untuk menjadikan Eropa lebih menarik sebagai tempat bagi produsen.
Luc Chatel, ketua asosiasi industri otomotif Perancis, menekankan pentingnya kesetaraan persaingan, sementara Menteri Perindustrian Italia Adolfo Urso menyambut baik keputusan komisi tersebut.
Tiongkok merupakan pasar penting bagi pembuat mobil Jerman, sementara Hongaria, yang sebulan lalu menjadi tuan rumah kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping, sedang membuka lahan untuk pabrik BYD yang akan dibangun tahun depan.
Renault, Peugeot, dan Citroen dari Prancis hampir tidak ada di Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!