Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UE Kenakan Tarif Hingga 38 Persen untuk Mobil Listrik Tiongkok

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 12:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
UE Kenakan Tarif Hingga 38 Persen untuk Mobil Listrik Tiongkok Doc: China Daily/Xinhua
Ket. Pekerja pabrik beroperasi di jalur produksi SAIC-GM-Wuling di Liuzhou, wilayah otonomi Guangxi Zhuang, pada Mei 2024.

BRUSSELS - Uni Eropa pada hari Rabu (12/6) memperingatkan akan mengenakan tarif tambahan hingga 38 persen pada impor mobil listrik Tiongkok mulai bulan depan setelah penyelidikan anti-subsidi, sebuah langkah yang berisiko memicu perang dagang yang sengit.

Brussels membuat marah Beijing karena meluncurkan penyelidikan tahun lalu dalam upaya membela produsen Eropa dalam menghadapi lonjakan impor Tiongkok.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengecam keputusan tersebut sebagai "perilaku proteksionis telanjang", dalam sebuah pernyataan setelah pengumuman tersebut.

Di dalam UE, terdapat juga perbedaan pendapat. Jerman, mitra dagang utama Tiongkok, mengatakan bahwa tarif tersebut akan merugikan perusahaan-perusahaan Jerman.

Komisi Eropa telah mengusulkan kenaikan tarif sementara terhadap produsen Tiongkok: 17,4 persen untuk BYD, 20 persen untuk Geely, dan 38,1 persen untuk SAIC.

UE mengatakan jumlah tersebut tergantung pada tingkat subsidi negara yang diterima oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Produsen mobil listrik di Tiongkok yang bekerja sama dengan UE akan dikenakan tarif sebesar 21 persen, sedangkan yang tidak bekerja sama akan dikenakan bea masuk sebesar 38,1 persen.

Jumlah ini melebihi bea masuk yang berlaku saat ini sebesar 10 persen.

Komisi tersebut menunjuk pada "subsidi yang tidak adil" di Tiongkok, yang dikatakan "menyebabkan ancaman kerugian ekonomi" bagi pembuat mobil listrik Uni Eropa.

Ruang untuk Negosiasi

Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan keputusan UE berisiko "menciptakan dan meningkatkan gesekan perdagangan".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian memperingatkan, "Tiongkok akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga hak dan kepentingan sahnya."

Untuk menghentikan tarif tambahan yang dikenakan, Beijing dan Brussels harus menyelesaikan masalah subsidi.

"Komisi ini berusaha keras untuk menunjukkan bahwa adaruanguntuk negosiasi," kata Francesca Ghiretti, peneliti keamanan ekonomi di lembaga think tank CSIS yang berbasis di Washington.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.