Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kampung Condet Dinilai Unggul dalam Pertahankan Keaslian Budaya Betawi

📅 Rabu, 12 Jun 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampung Condet Dinilai Unggul dalam Pertahankan Keaslian Budaya Betawi Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta berpartisipasi pada Forum Internasional United Cities And Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC) The First Session of the 2024 ASPAC Executive Bureau di Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 5-7 Juni 2024.

Jakarta - Kampung Condet di Jakarta Timur dinilai sebagai salah satu contoh wilayah yang unggul dalam mempertahankan keaslian dan keasrian budaya Betawi sehingga ditunjuk sebagai desa wisata percontohan di DKI Jakarta pada 2021.

Ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 881 Tahun 2019 tentang Tim Percepatan Penataan dan Pengembangan Kawasan Condet Sebagai Destinasi Wisata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Sherly Yuliana dalam Forum InternasionalUnited Cities And Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC) The First Session of the 2024 ASPAC Executive Bureaudi Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang diadakan pada 5-7 Juni 2024 melalui keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Sherly, Kampung Condet dikenal karena keasrian sisi Jakarta dalam keindahan alamnya, keberagaman budaya dan kegiatan-kegiatan kreatif yang dilakukan oleh masyarakat setempat sampai saat ini.

"Yang sampai sekarang masih melekat baik dari melestarikan kebudayaan dan kerja sama warga kampungnya," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, pihaknya menyampaikan pentingnya revitalisasi di bidang pariwisata, strategi pelaksanaan, tantangan dan rekomendasi untuk mengatasi hambatan dan optimalisasi pelaksanaan proyek revitalisasi.

Dia pun membahas mengenai Kampung Condet sebagai salah satu contohnya.

"Menghadapi tantangan dalam konteks pariwisata berkelanjutan khususnya dalam kawasan Asia-Pasifik, diperlukan upaya kolaboratif dari semua pemangku kepentingan, bersinergi untuk mengembangkan strategi pariwisata berkelanjutan, menerapkan kebijakan yang bertanggung jawab dan mendorong inovasi dalam bidang kreatif ekonomi," kata dia.

Adapun isu yang dibahas dalam UCLG ASPAC 2024 yakni "Enhancing Sustainable Tourism and Creative Economy through Asia-Pacific Collaboration" dan Pemprov DKI Jakarta membawa tema "Jakarta Urban Village Revitalization" sebagai topik yang disampaikan dalam forum diskusi panel UCLG ASPAC.

Dalam forum itu, Pemprov DKI Jakarta mengangkat topik tentang revitalisasi desa-kota di Jakarta dalam konteks pariwisata menawarkan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian lokal, melestarikan warisan budaya dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata.

Executive Meeting Bureau UCLG ASPAC 2024, "Enhancing Sustainable Tourism and Creative Economy through Asia-Pacific Collaboration"
mencerminkan kebutuhan akan kerja sama lintas negara dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.