Tumpukan Utang Terus Menghantui Pelemahan Rupiah
📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiEsther juga mendorong agar produktivitas terus digenjot agar memperkuat nilai tukar. "Jika suatu negara semakin produktif maka semakin kuat dan stabil nilai tukar rupiah terhadap dollar AS," kata Esther.
Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak transparan. Dia sebutkan bahwa sebenarnya total utang kita 100 persen dari total postur APBN.
"Tidak fair ketika membandingkan utang kita dengan Jepang dan Amerika yang mana mereka masukan semuanya, tetapi kita tidak," tegas Misbakhun di acara Podcast Akbar Fasial Uncensored.
Misbakhun menegaskan bahwa pembahasan soal utang merupakan salah satu hal yang fundamental karena berkaitan dengan bagaimana membangun Indonesia ke depan, termasuk dari mana basis pembiayaannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau kita temukan cara yang benar untuk bangun Indonesia ke depan maka akan temukan apa yang disampaikan Soekarno, yakni keadilan, kemandirian, dan kebebasan. Kalau kita masih berutang maka yang dicapai di kemerdekaan kita itu baru kedaulatan dan kebebasan, tetapi kemandirian itu masih menjadi masalah," tegas Misbakhun.
Pembiayaan yang berbasis utang berimplikasi pada kebijakan yang ditempuh, termasuk soal kedaulatan dan kemandirian.
Pada kesempatan lain, pengamat ekonomi, Yanuar Rizky, menyoroti pencatatan utang pemerintah yang hanya membahas risiko APBN tanpa menghitung risiko pembiayaan APBN.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita lihat Waskita Karya yang sudah alami negatif equity. Artinya, rekening modal yang ada di APBN sudah digerogoti oleh likuidasi BUMN itu. Artinya, selanjutnya negara harus menambah lagi modal melalui penyertaan modal negara (PMN) yang diambil dari surat utang tadi," paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!