Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Hujan Lebat, BPBD Kabupaten Nagekeo NTT Imbau Warga Waspada Banjir

📅 Minggu, 09 Jun 2024, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Hujan Lebat, BPBD Kabupaten Nagekeo NTT Imbau Warga Waspada Banjir Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nagekeo Agustinus Pone.

Labuan Bajo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau warga di daerah itu agar mewaspadai dampak hujan seperti banjir.

"Saya sudah mengimbau kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Nagekeo untuk mewaspadai anomali iklim yang tidak menentu karena hampir semua wilayah di Kabupaten Nagekeo di bagian selatan berada di topografi yang berbukit dan curam," kata Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo Agustinus Poneyang dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu.

Ia menjelaskan wilayah yang berpotensi terjadi bencana banjir berada di bagian selatan Kabupaten Nagekeo seperti di Kecamatan Nangaroro, Kecamatan Keo Tengah dan Kecamatan Mauponggo.

"Waspadai hujan dengan intensitas tinggi dan jika menemukan gejala-gejala tidak lazim akibat intensitas hujan yang tinggi diharapkan untuk segera mengungsi ke wilayah yang lebih aman," katanya.

Ia juga menyebutkan hujan deras telah mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Nangarorodilanda banjir pada Jumat (7/6) lalu.

"Di Desa Ulupulu Kecamatan Nangaroro terjadi banjir yang masif. Luapan air melintasi badan jalan negara dengan membawa sedimen berupa bebatuan dan tanah yang menutupi area lubang jembatan atau deker, sehingga air meluber melewati jalan yang mengakibatkan beberapa rumah juga terdampak banjir," katanya.

Di Desa Ulupulu terdapat dua rumah rusak akibat terdampak banjir dan satu keluarga terpaksa mengungsi.

"Kami sudah melakukan pembersihan baik sedimen yang menutupi rumah warga dan juga bebatuan kecil yang menutupi jalan. Sedangkan untuk bebatuan besar kami sudah berkoordinasi dengan Satker PU Provinsi Cabang Ende," katanya.

Ada juga satu warga Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo yang dilaporkan meninggal karena tertimpa batu longsoran.

"Korban sedang melakukan pekerjaannya di kebun dan saat hujan terjadi tidak menyadari ada longsoran batu yang mengarah ke pondoknya sehingga ia menjadi korban dari bencana tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Luar Negeri
Lawan Perang Dagang, PM Kan...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.