Berburu Tanaman yang Dapat Dimakan Sambil Menjelajahi Kota London
📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 02:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/HENRY NICHOLLS
Kenneth Greenway dibanjiri permintaan untuk pelatihan mencari makan yang ia lakukan di Tower Hamlets Cemetery Park di London timur, sebuah lokasi dimana cakrawala kota terlihat dari kejauhan di antara batu nisan, tempat pemakaman orang mati selama lebih dari 100 tahun antara tahun 1841 hingga 1966.
Namun daya tarik utamanya adalah daun seladawild rocket, jelatang, dan tanaman herbal lain yang tumbuh liar di sekitar mereka.
Greenway, 47 tahun, telah menghabiskan 22 tahun bekerja di taman dan ia mengatakan bahwa kuburan adalah tempat yang tepat untuk mencari makan.
"(Di sini) Anda tidak bisa memasukkan mesin pemotong rumput dan memangkas semuanya. Jadi, semuanya dibiarkan tumbuh dengan liar," tutur dia. "Hasilnya, daftar tanaman yang tumbuh di sana ada sepanjang lengan Anda," kata Greenway kepada kelompok pencari makan yang terdiri dari 18 orang yang dibimbingnya, sambil menyebutkan nama-nama tanaman yang bisa digunakan untuk membuat salad, sup, sirup, selai, dan teh herbal.
Kelompok yang dibimbing Greenway ini terdiri dari orang-orang tua dan muda. George Page, 59, misalnya yang mengikuti pelatihan ini sebagai hadiah Hari Ibu dari putrinya yang bernama Maddie, 21 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami telah laman berkebun dan kami sudah lama membicarakannya sebelumnya, ingin bisa makan makanan yang bisa kami dapatkan sendiri," ungkap Maddie.
"Saya benar-benar ketakutan," imbuh ibunya sambil tertawa. "Kupikir kita akan segera mati!"
Saat pelatihan, Greenway memberikan beberapa tip dasar untuk memulai pelatihan bagi kelompoknya. "Petiklah daun yang paling atas, daun yang terlihat bagus," papar dia seraya memperingatkan kelompoknya untuk tidak memakan tanaman kecuali mereka yakin apa tanaman itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat itu, seorang anak berusia lima tahun mencoba untuk memasukkan pakis ke dalam mulutnya. "Jangan makan pakis dan sebagian besar rumput," kata Greenway, sambil mengatakan kepada mereka bahwa sebagian besar pakis tidak dapat dimakan.
Setelah mendapat pengarahan yang baik, kelompok itu berangkat. Para penjelajah menyentuh, mencium, mengamati dan mengecap, serta mula-mula dengan hati-hati menggunakan bibir mereka agar kemudian bisa lebih percaya diri.
"Apakah Anda mengenali daun-daun itu?" tanya Greenway kepada kelompoknya saat mereka mengambil daun herbal madu limau (herb lemon balm).
"Baunya harum," kata seorang peserta yang menaruh sehelai daun di bawah hidungnya lalu di mulutnya.
Di bagian ujung salah satu kuburan, Greenway menunjuk ke beberapa stroberi liar, lalu ke daun seladawild rocket. "Ini merupakan tanaman asli dari Inggris. Rasanya sangat pedas dan cocok untuk telur dadar," kata dia ke kelompoknya.
"Sungguh mengagumkan!
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!